
JDW Tajur Halang Tegaskan Iman yang Bertumbuh: Paskah dan Kartini Dalam Satu Napas Spiritualitas
Tajur Halang, 15 April 2026 — Ibadah Jaringan Doa Wilayah (JDW) yang saat ini masih berlangsung di Tajur Halang menghadirkan pendekatan yang lebih substansial dalam memaknai Paskah. Tidak sekadar seremoni tahunan, ibadah ini diarahkan sebagai ruang pembentukan spiritualitas yang nyata di tengah kehidupan jemaat.
Kegiatan ini mengintegrasikan Jaringan Doa Jampang, Parung, dan Tajur Halang dalam satu kesatuan ibadah lintas gereja. Pola kebersamaan ini memperlihatkan adanya upaya membangun kekuatan rohani berbasis kolaborasi wilayah, bukan sekadar aktivitas masing-masing komunitas.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Ibu Ellen Lubis mengangkat Galatia 2:20 sebagai dasar refleksi. Ayat tersebut menekankan pergeseran identitas hidup orang percaya—dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri menuju kehidupan yang sepenuhnya dipimpin oleh Kristus.
Tema “Hidup dan Berkenan dalam Tuhan” diposisikan bukan sebagai slogan, melainkan sebagai parameter evaluasi iman. Sejauh mana seseorang hidup dalam nilai kebenaran, integritas, serta konsistensi iman menjadi bagian dari penekanan yang disampaikan dalam ibadah ini.
Momentum yang berdekatan dengan peringatan Hari Kartini turut memberikan dimensi tambahan. Peran perempuan dalam kehidupan rohani tidak hanya dilihat dalam konteks partisipasi, tetapi juga dalam kapasitas sebagai penggerak nilai, penjaga iman keluarga, serta teladan dalam komunitas.
Ketua PERUKRI Tajur Halang, Ibu Nurmala Siburian, hadir dalam ibadah ini dan mengikuti jalannya kegiatan bersama jemaat. Kehadiran tersebut menunjukkan keterlibatan aktif unsur organisasi dalam mendukung pertumbuhan spiritual berbasis komunitas.
Hingga laporan ini diturunkan, jumlah kehadiran sementara tercatat 43 orang dari berbagai gereja, di antaranya GSJA Bukit Hermon, Bethany, GKBI POTK, GSJA Ichthus, GBI Prumpung, GSJA Pondok Daun, GSK Prumpung, GSKI El Gibor Kemang, serta GBI Curug. Angka tersebut masih bersifat dinamis mengingat ibadah belum berakhir.
Ibadah JDW ini masih terus berlangsung dengan rangkaian doa, pujian, dan pendalaman firman Tuhan. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini memperlihatkan bahwa kehidupan gereja tidak hanya bertahan, tetapi terus berproses menuju kedewasaan iman yang lebih dalam.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas



