
Lebak, 15 April 2026 — Kondisi infrastruktur yang tak kunjung mendapat perhatian mendorong warga Kampung Gembrong, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mengambil langkah nyata. Tanpa bergantung pada bantuan pemerintah, masyarakat setempat secara swadaya membangun jalan desa yang selama ini rusak parah.
Melalui kerja bakti yang melibatkan berbagai elemen warga, jalan penghubung antara Desa Pagelaran dan Desa Sukaraja sepanjang kurang lebih 500 meter mulai dicor. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan iuran warga serta dukungan tenaga sukarela dari masyarakat sekitar.
Sebelumnya, jalan tersebut berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Lubang besar, permukaan jalan yang terkelupas, serta genangan air menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu aktivitas warga. Bahkan, kondisi tersebut kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat musim hujan.
“Kalau terus dibiarkan, yang rugi ya masyarakat sendiri. Jadi kami sepakat untuk memperbaiki bersama,” ujar Juju, warga setempat yang ikut terlibat dalam pengerjaan, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan warga, termasuk akses menuju lahan pertanian, pasar, serta fasilitas pendidikan. Kerusakan jalan selama ini dinilai memperlambat aktivitas ekonomi dan menyulitkan mobilitas masyarakat.
Ketua RT setempat juga menuturkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah mereka. Ia menyebut, usulan perbaikan jalan sebenarnya telah beberapa kali disampaikan, namun belum membuahkan hasil.
“Kami tidak ingin hanya menunggu. Ini kebutuhan mendesak, jadi warga memilih bergerak sendiri,” katanya.
Meski telah melakukan perbaikan secara mandiri, warga tetap berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah selatan Lebak, khususnya di Kecamatan Malingping. Mereka menilai akses jalan yang layak merupakan faktor penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif warga ini menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan di tengah keterbatasan. Di saat bantuan belum datang, gotong royong justru menjadi solusi nyata yang menggerakkan perubahan dari bawah.
Pewarta: Maman
Sumber: Edo
Editor: Romo Kefas



