
KOTA BEKASI – Ada pemandangan berbeda dalam agenda resmi Pemerintah Kota Bekasi pada Jumat (17/4/2026). Wali Kota Bekasi, , memilih berangkat menggunakan sepeda untuk menghadiri kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Selain mendukung kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan setiap Jumat, pilihan bersepeda juga menjadi simbol ajakan untuk hidup lebih sehat, hemat energi, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.
Kehadiran Wali Kota dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses penguatan sektor pendidikan, khususnya dalam penataan kepemimpinan di tingkat sekolah. Para guru yang menerima SK kini resmi mengemban amanah baru sebagai kepala sekolah SD dan SMP negeri.
Dalam sambutannya, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan peran strategis yang menentukan arah kemajuan pendidikan.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tapi tentang tanggung jawab besar. Kepala sekolah harus menjadi motor perubahan di lingkungan sekolahnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya integritas, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial dalam mengelola satuan pendidikan, terlebih di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu mendorong prestasi siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membangun karakter dan masa depan generasi muda. Di situlah peran kepala sekolah menjadi sangat penting,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para penerima SK tampak antusias menyambut peran barunya, sekaligus siap membawa perubahan di sekolah masing-masing.
Pemerintah Kota Bekasi berharap, dengan pengangkatan ini, kualitas pendidikan di wilayahnya terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing.
Di balik kesederhanaan bersepeda menuju acara resmi, tersirat pesan kuat: kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan lewat kemewahan, tetapi melalui keteladanan dan aksi nyata.
Romo Kefas



