
Jampidsus Bangun Kesamaan Visi Penanganan Korupsi, Kajari dan Aspidsus Timur Indonesia Dikumpulkan di Makassar
Makassar, 25 Juni 2026 – Di balik setiap keberhasilan pengungkapan perkara korupsi, terdapat proses kepemimpinan yang menentukan arah kerja sebuah institusi. Kesadaran itulah yang mendorong Kejaksaan Republik Indonesia menghimpun para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia dalam forum Public Speaking and Leadership yang berlangsung di Hotel Gammara, Makassar, Kamis (25 Juni 2026).
Forum yang dibuka oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. tersebut bukan sekadar pelatihan komunikasi, melainkan bagian dari konsolidasi nasional untuk menyamakan arah kepemimpinan di lingkungan bidang tindak pidana khusus. Hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Sila H. Pulungan yang menyambut pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Jampidsus menekankan bahwa perubahan tantangan penegakan hukum menuntut hadirnya pemimpin yang mampu berpikir strategis. Menurutnya, seorang Kajari dan Aspidsus harus dapat mengantisipasi persoalan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar, sekaligus memastikan setiap kebijakan tetap berpijak pada integritas dan kepentingan negara.
Ia menilai keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya tercermin dari penyelesaian perkara, tetapi juga dari kemampuannya membangun budaya kerja yang disiplin, memperkuat soliditas tim, dan menciptakan lingkungan kerja yang berorientasi pada pelayanan publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan berkomunikasi juga menjadi perhatian utama. Penanganan perkara-perkara strategis sering kali menjadi sorotan masyarakat sehingga diperlukan penyampaian informasi yang tepat, terukur, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Untuk memperkuat kemampuan tersebut, peserta memperoleh pembekalan dari praktisi komunikasi Edelman Indonesia mengenai pengelolaan opini publik, strategi komunikasi krisis, hingga teknik membangun narasi kelembagaan yang kredibel. Materi itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pimpinan Kejaksaan dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Pelatihan ini diikuti oleh Kajari dan Aspidsus dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan penanganan tindak pidana khusus di masing-masing daerah.
Melalui konsolidasi ini, Kejaksaan Republik Indonesia mempertegas komitmennya untuk membangun kepemimpinan yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menjaga integritas institusi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penguatan kualitas pemimpin diyakini menjadi modal penting dalam mewujudkan sistem penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Jurnalis: Romo Kefas



