
Dari Pagi di Ciketing: Ketika Pasir, Keringat, dan Mimpi Bertemu di Kejurkot U-15
Kota Bekasi — Pagi itu, Lapangan Voli Pasir Ciketing Udik belum sepenuhnya ramai. Namun satu per satu, para atlet muda mulai berdatangan. Ada yang membawa tas sederhana, ada yang langsung mencoba pijakan di atas pasir, seolah memastikan: hari ini bukan hari biasa.
Sabtu, 25 April 2026, Kejuaraan Kota (Kejurkot) U-15 Voli Pasir digelar. Bukan hanya pertandingan yang disiapkan, tetapi juga harapan—yang dibawa oleh setiap peserta yang hadir.
Saat peluit pertama dibunyikan, suasana berubah. Lapangan yang tadinya tenang menjadi riuh oleh sorakan, instruksi, dan semangat yang tak bisa disembunyikan. Setiap reli panjang disambut tepuk tangan, setiap poin terasa berarti.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir di tengah suasana itu. Ia tidak hanya membuka acara, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana para atlet muda bertanding dengan penuh kesungguhan.
“Ini bukan hanya soal teknik, tapi soal semangat dan karakter,” ucapnya.
Di sisi lapangan, pelatih dan orang tua turut memberi dukungan. Ada yang berteriak memberi arahan, ada yang hanya menatap penuh harap. Semua menyatu dalam satu tujuan: melihat anak-anak ini berkembang.
Kejurkot ini menjadi ruang pertemuan antara latihan panjang dan kesempatan nyata. Apa yang selama ini dipersiapkan, hari itu diuji.
Pemerintah Kota Bekasi pun melihat lebih dari sekadar pertandingan. Rencana menjadikan Ciketing Udik sebagai pusat olahraga terpadu menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa momentum seperti ini tidak berhenti sebagai event tahunan semata.
Menjelang siang, panas semakin terasa. Namun pertandingan tetap berjalan tanpa kehilangan intensitas. Para atlet tetap berlari, melompat, dan bertahan—seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
Dan di antara semua itu, satu hal terasa kuat: Kejurkot ini bukan hanya tentang siapa yang menang hari ini, tetapi tentang siapa yang terus melangkah setelah hari ini berakhir.
Dari pagi yang sederhana di Ciketing, Bekasi kembali menemukan alasan untuk percaya—bahwa masa depan olahraga sedang tumbuh, perlahan tapi pasti.
Romo Kefas
Editor Tim Redaksi



