
Dari Kampus hingga Gedung Dewan, Jejak Pengabdian Ir. H. Muaz HD MM Menjadi Inspirasi bagi Kota Bogor
Bogor – Kepergian Ir. H. Muaz HD MM tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekannya di DPRD Kota Bogor, tetapi juga menyisakan jejak panjang tentang bagaimana ilmu pengetahuan, dakwah, dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan dalam satu perjalanan hidup.
Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dikenal sebagai figur yang lebih memilih bekerja dalam kesederhanaan dibanding mencari sorotan. Selama puluhan tahun, ia mengabdikan diri di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia politik, dengan satu benang merah yang sama: memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lahir di Singaraja, Bali, pada 1 Januari 1960, Muaz HD telah menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas organisasi sejak usia muda. Kiprahnya di Pelajar Islam Indonesia (PII) menjadi awal perjalanan panjang yang membentuk karakter kepemimpinan dan komitmennya terhadap nilai-nilai keislaman.
Semangat tersebut terus tumbuh ketika ia menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Di kampus inilah Muaz tidak hanya berhasil menyelesaikan studi sebagai Sarjana Pertanian, tetapi juga meraih predikat lulusan terbaik fakultas pada tahun 1984. Prestasi akademik itu menjadi fondasi yang mengantarkannya meniti karier sebagai akademisi sekaligus profesional.
Di dunia pendidikan, Muaz pernah mengabdikan diri sebagai dosen dan Kepala Biro Administrasi Umum Universitas Nusa Bangsa. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang.
Perjalanan belajarnya pun tidak berhenti. Ia mengikuti berbagai program pengembangan, termasuk pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), studi di Saarland University, Jerman, hingga pendidikan kebangsaan di Lemhannas RI. Bahkan pada 2023, ia kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan Program Magister Ilmu Manajemen di Universitas Widyatama dan lulus dengan predikat cumlaude sebagai lulusan terbaik.
Meski memiliki latar belakang akademik yang kuat, Muaz memilih untuk terjun langsung ke dunia politik sebagai sarana memperluas pengabdian. Saat dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Bogor, ia dikenal aktif mengawal berbagai aspirasi masyarakat serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
Bagi rekan-rekan di parlemen, Muaz bukan tipe politisi yang gemar membangun pencitraan. Ia lebih dikenal sebagai sosok yang mengutamakan dialog, mengedepankan data dalam setiap pembahasan, dan menjaga komunikasi lintas perbedaan demi tercapainya keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Aktivitasnya di luar parlemen pun tidak kalah padat. Ia terlibat dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan, serta terus berupaya menjadikan dakwah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Baginya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan media untuk menghadirkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan pelayanan.
Dalam kehidupan keluarga, Muaz dikenal sebagai sosok yang hangat. Bersama istrinya, Prof. Dr. Ir. Hj. Endar H. Nugrahani, MS, ia membangun keluarga yang menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah pengabdiannya.
Kini, perjalanan panjang itu telah berakhir. Namun, warisan yang ditinggalkan Ir. H. Muaz HD MM tidak hanya tercatat dalam jabatan yang pernah diembannya, melainkan juga pada nilai-nilai integritas, kecintaan terhadap ilmu, serta komitmen melayani masyarakat yang terus dikenang oleh mereka yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya.
Kepergian Muaz HD menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu diukur dari seberapa lama seseorang memegang kekuasaan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang berhasil ditinggalkan untuk generasi setelahnya.
Jurnalis: Romo Kefas :::



