
Sebelum Hari Bhayangkara Dirayakan, Polres Tangsel Terlebih Dahulu Menyapa Mereka yang Telah Mendahului
TANGERANG SELATAN – Di tengah berbagai agenda menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, ada sebuah tradisi yang tetap dijaga dan tidak pernah kehilangan maknanya: mengenang mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara.
Bukan di ruang rapat, bukan pula di lapangan upacara, melainkan di sebuah area pemakaman sederhana di Kampung Sawah, Ciputat. Di tempat itulah jajaran Polres Tangerang Selatan berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Almarhum Aipda Ahmad Maulana Endang, anggota Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan ziarah dan tabur bunga berlangsung dalam suasana yang penuh ketenangan dan penghormatan. Turut hadir para Pejabat Utama Polres Tangerang Selatan, Kapolsek Ciputat Timur, serta Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Selatan Ny. Widya Boy Jumalolo bersama jajaran pengurus Bhayangkari.
Tak ada hiruk-pikuk ataupun seremoni berlebihan. Yang terlihat justru kesederhanaan, doa-doa yang dipanjatkan, serta taburan bunga yang menjadi simbol penghargaan kepada seorang Bhayangkara yang telah menyelesaikan tugas pengabdiannya.
Bagi institusi Polri, kegiatan semacam ini bukan sekadar agenda rutin menjelang Hari Bhayangkara. Ada pesan yang ingin terus dijaga, bahwa setiap capaian dan pengabdian yang dilakukan anggota Polri hari ini tidak terlepas dari perjuangan mereka yang telah lebih dahulu mengorbankan tenaga, waktu, bahkan nyawa demi masyarakat.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan bahwa mengenang para anggota yang telah gugur merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai pengabdian dalam tubuh Polri.
Menurutnya, setiap anggota yang pernah bertugas meninggalkan jejak dan teladan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa tugas kepolisian bukan sekadar profesi, tetapi sebuah pengabdian yang terkadang menuntut pengorbanan besar. Karena itu jasa para pendahulu harus terus dihormati dan dikenang,” ujarnya.
Selain melaksanakan ziarah, Polres Tangerang Selatan juga menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada keluarga yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian seorang anggota Polri.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehadiran rekan-rekan almarhum bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa pengabdian yang pernah diberikan tidak dilupakan oleh institusi.
Di balik kegiatan yang berlangsung sederhana itu tersimpan makna yang mendalam. Bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya tentang perayaan usia institusi, melainkan juga tentang menghargai sejarah, menjaga nilai pengabdian, dan meneruskan semangat mereka yang telah lebih dahulu berjuang.
Ketika taburan bunga perlahan menutupi pusara almarhum, tersirat sebuah pesan yang terus hidup dari generasi ke generasi Bhayangkara: pengabdian mungkin berakhir, tetapi keteladanan akan selalu menemukan jalannya untuk tetap dikenang.
Jurnalis: Romo Kefas



