
TONJONG — Di tengah berlangsungnya Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia di Jemaat Tonjong, suasana rohani terasa begitu hidup dan menyentuh hati, Minggu (19/4/2026).

Ibadah ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang di mana banyak hati kembali diingatkan akan kasih Tuhan yang aktif mencari dan memulihkan. Sejak awal, pujian demi pujian mengalun membawa jemaat masuk dalam suasana penyembahan yang mendalam.
Bertindak sebagai tuan rumah, Jemaat Tonjong di bawah penggembalaan Pdm. Supinah, S.Th., M.Pd.K menghadirkan ibadah yang tertata rapi namun tetap hangat dalam kebersamaan.

Puncak ibadah terlihat saat Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Anna Kristina Darsih selaku Ibu Gembala. Mengangkat kisah Zakheus dalam Lukas 19:1–10, pesan yang disampaikan terasa sangat personal: Tuhan tidak hanya melihat dari jauh, tetapi memanggil secara langsung dan mengenal setiap pribadi.
Kalimat kunci yang menggema dalam ibadah ini, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” menjadi penegasan bahwa kasih Tuhan selalu aktif, bukan pasif. Bukan manusia yang lebih dulu mencari, tetapi Tuhan yang terlebih dahulu memanggil.
Di tengah jalannya ibadah, persembahan kesaksian pujian dari Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Bogor turut membawa suasana semakin dalam. Setiap pujian yang dinaikkan menjadi bentuk kesaksian hidup yang nyata, bukan sekadar lagu, tetapi ungkapan iman.

Hingga berita ini diturunkan, ibadah masih terus berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jemaat terlihat mengikuti setiap bagian dengan hati yang terbuka, seolah setiap pesan yang disampaikan berbicara langsung kepada kehidupan masing-masing.
Momentum ini menjadi pengingat kuat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah — bukan karena usaha sendiri semata, tetapi karena kasih Tuhan yang terus mencari, menemukan, dan menyelamatkan.
Jurnalis: Atma
Editor: Tim Redaksi



