
PT Green Power Group Tbk (LABA) Menggelar Publik Expose di Jakarta
JAKARTA, 30 Juli 2026
Pelitakota.id
PT Green Power Group Tbk (LABA) mencatatkan perbaikan kinerja signifikan di awal tahun 2026. Strategi transformasi bisnis ke manufaktur dan perdagangan baterai yang dimulai sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata.
Berdasarkan paparan publik yang disampaikan manajemen Senin (27/7/2026), LABA membukukan laba bersih Rp6,09 miliar pada Kuartal I 2026. Angka ini melonjak 207,86% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,98 miliar.
Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah penurunan penjualan bersih 61,55% menjadi Rp3,36 miliar dari sebelumnya Rp8,74 miliar.
Manajemen menyebut perbaikan margin berasal dari efisiensi operasional. Harga pokok penjualan ditekan 57,01% menjadi Rp1,30 miliar dari Rp3,03 miliar di Kuartal I 2025. Dengan begitu, profitabilitas perseroan meningkat meski pendapatan turun.

Fondasi Bisnis Baru
Sebagai bagian dari transformasi, LABA telah membentuk 4 anak usaha baru:
1. PT Green Power Battery (GPB)– manufaktur & baterai
2. PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT) – perdagangan energi
3. PT Green Power Precision Indonesia (GPPI) – pendukung industri energi
4. PT Aceh Mineral Abadi (AMA)– pengelolaan mineral untuk energi baru
Keempat entitas ini menjadi fondasi pengembangan ekosistem energi terbarukan perseroan.
Strategi Ke Depan
Ke depan, LABA akan fokus pada:
1. Peningkatan kapasitas produksi dan manufaktur baterai.
2. Pengembangan usaha pendukung energi bersih.
3. Perluasan ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
4. Kerja sama dengan mitra strategis di sektor energi terbarukan.
Perseroan juga berkomitmen memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan agar ekspansi berjalan aman dan berkelanjutan.
Pergerakan Saham
Hingga pukul 14.32 WIB, saham LABA menguat 2 poin atau 2,17%. Dalam 1 bulan terakhir sahamnya naik 8,05% atau 7 poin.
Jurnalis Lianna



