
Pangkostrad Apresiasi Sukses Kejurnas Judo Piala Kasad XVI, Ajang Pembinaan Atlet Nasional Semakin Berkualitas
Depok – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 resmi berakhir dengan menghadirkan catatan yang membanggakan bagi perkembangan olahraga judo di Indonesia. Selain menyuguhkan persaingan yang kompetitif, kejuaraan yang digelar di GOR Kartika Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok, juga mencatat rekor partisipasi terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
Penutupan kejuaraan dihadiri Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., yang turut memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan ajang nasional tersebut. Selama empat hari penyelenggaraan, mulai 25 hingga 28 Juni 2026, arena pertandingan dipenuhi semangat kompetisi dari 1.424 atlet yang datang dari berbagai provinsi serta satuan TNI dan Polri.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan bahwa pembinaan olahraga judo di Indonesia terus berkembang. Para atlet tampil pada berbagai kategori, mulai dari cadet, junior, senior, kata, hingga nomor khusus TNI–Polri, menghadirkan pertandingan yang tidak hanya menguji kemampuan teknik, tetapi juga mental dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menilai Kejurnas Judo Piala Kasad telah menjadi salah satu wadah strategis dalam mencetak atlet-atlet potensial. Meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun, menurutnya, menjadi indikator bahwa minat masyarakat terhadap olahraga judo terus bertumbuh seiring meningkatnya kualitas pembinaan di daerah.
Kasad juga menegaskan bahwa atlet-atlet yang menunjukkan prestasi terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk dipersiapkan menuju berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Bahkan, TNI Angkatan Darat membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk bergabung menjadi prajurit melalui jalur prestasi, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kompetisi yang berlangsung selama empat hari itu akhirnya menempatkan PJSI DKI Jakarta sebagai juara umum setelah mendominasi perolehan medali emas. PJSI Jawa Barat berhasil mengamankan posisi kedua, sementara PJSI Bali menutup kejuaraan di peringkat ketiga.
Selain melahirkan para juara, Kejurnas ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antaratlet dari berbagai daerah. Semangat persaingan yang sehat berpadu dengan nilai saling menghormati, menjadikan olahraga judo sebagai media pembentukan karakter generasi muda.
Kehadiran Panglima Kostrad dalam penutupan kejuaraan menjadi simbol dukungan TNI Angkatan Darat terhadap pembangunan olahraga nasional. Pembinaan atlet dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang tangguh, disiplin, dan siap mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan meningkatnya kualitas pertandingan, Kejurnas Judo Piala Kasad diharapkan terus menjadi agenda pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet terbaik bagi Indonesia di masa mendatang.
Di atas tatami, para atlet memang berlaga untuk menjadi juara. Namun di balik setiap pertandingan, sesungguhnya sedang dibangun fondasi masa depan olahraga Indonesia. Kejurnas Judo Piala Kasad XVI menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berkualitas, dan semangat pantang menyerah. Dari Depok, harapan baru bagi judo Indonesia kembali menemukan pijakannya untuk melangkah menuju panggung dunia.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi



