
Habib Muchdar Assegaf : Masyarakat KalSel Saat Ini Butuh Kehadiran Negara!” Akibat Dari Asap, Listrik, BBM dan Kesediaan Air Bersih
KALSEL — Pemerhati publik sekaligus pemerhati kebijakan hukum, Habib Muchdar Assegaf, menyoroti sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat di berbagai kota dan wilayah di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, setidaknya terdapat empat persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, yakni asap, listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan ketersediaan air bersih.
Habib Muchdar menilai, persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut langsung kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah nyata, cepat, dan terukur dari para pemangku kebijakan agar berbagai persoalan tersebut tidak terus berlarut dan membebani masyarakat.
Lebih lanjut Dewan Kehormatan Lembaga Adat Dayak (DAD) menyatakan” Seyogyanya para pemangku kebijakan dan seluruh pemangku kepentingan harus benar-benar berbuat untuk rakyatnya, dimana persoalan asap, listrik, BBM hingga air bersih merupakan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya
Habib Muchdar menegaskan bahwa pemerintah bersama pihak terkait perlu memperkuat koordinasi dan mencari solusi yang konkret, bukan hanya melakukan penanganan ketika persoalan sudah menjadi keluhan publik dan menurutnya, pembangunan daerah harus diikuti dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh instansi dan stakeholder terkait diharapkan dapat duduk bersama untuk memetakan persoalan dan menentukan langkah penyelesaian yang efektif.
Habib Muchdar juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan informasi secara konstruktif sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik.
Oleh karena itu, para pengusaha dan pemilik usaha pertambangan di Kalimantan Selatan, diharapkan tidak berpaling muka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Para bos tambang jangan berpaling muka, jangan hanya mengambil keuntungan dari sumber daya alam Kalimantan Selatan, tetapi juga harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat serta lingkungan di wilayah operasionalnya.
Sebab mereka juga sebagai bagian dari pemangku kepentingan yang memiliki aktivitas dan kontribusi ekonomi di daerah dan sudah sepatutnya turut mengambil peran dalam membantu mencari solusi, khususnya terhadap persoalan lingkungan, air bersih, listrik, BBM, dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
“Rakyat membutuhkan kehadiran negara yang nyata, dimana kebijakan harus bermuara pada kepentingan masyarakat dan penyelesaian persoalan yang mereka hadapi sehari-hari,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan asap, kelistrikan, ketersediaan BBM, serta air bersih di Kalimantan Selatan demi terciptanya pelayanan publik yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat.
*Sumber: Habib Muchdar Assegaf — Pemerhati Publik & Kebijakan Hukum*



