
Gubernur Jabar dan Wali Kota Bekasi Pastikan Korban Kecelakaan Dapat Perawatan Optimal dan Jaminan Biaya
Kota Bekasi, 29 April 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan kehadiran langsung dalam penanganan korban kecelakaan kereta dengan mengunjungi pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.
Gubernur Jawa Barat, , didampingi Wali Kota Bekasi, , memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang optimal sekaligus jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral selama masa perawatan.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan korban tertangani dengan baik dan tidak terbebani biaya. Semua harus fokus pada pemulihan,” ujar Tri Adhianto.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh rumah sakit yang menangani korban harus memberikan layanan maksimal, termasuk memastikan fasilitas kesehatan tersedia dan pasien terlayani dengan baik.
Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dukungan langsung agar korban dan keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi ini.
Data sementara menunjukkan total korban mencapai puluhan orang yang dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Sebagian masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.
Pemerintah juga memastikan bahwa pendampingan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan, termasuk koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap kebutuhan terpenuhi.
Selain penanganan medis, perhatian juga diberikan kepada keluarga korban, terutama bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Dukungan moral dan administrasi menjadi bagian dari langkah yang terus dilakukan.
“Kita ingin memastikan semua tertangani dengan baik, baik korban yang dirawat maupun keluarga yang terdampak,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa penanganan tidak hanya cepat, tetapi juga menyeluruh, dengan melibatkan pemerintah daerah dan provinsi secara bersama-sama.
Hingga saat ini, proses perawatan masih berlangsung, dengan pengawasan intensif dari tenaga medis di masing-masing rumah sakit.



