
JAKARTA, Pelitakota.id — Musyawarah Nasional (Munas) IV Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) yang digelar pada 24–25 April 2026 di Jakarta menetapkan Ahmad Fikri Assegaf, S.H., LL.M. sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031.
Proses pemilihan berlangsung demokratis dan menjadi momentum penting bagi organisasi advokat dalam menyusun arah baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua Tim Sukses kemenangan, Emir Z. Pohan, S.H., LL.M., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi aktif dalam Munas.
“Selamat atas terpilihnya Ahmad Fikri Assegaf sebagai Ketua Umum PERADI RBA. Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan. Ini merupakan amanah besar untuk dijalankan bersama demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Dalam kepemimpinannya, Fikri membawa sejumlah agenda pembaruan yang berfokus pada peningkatan kualitas organisasi dan profesionalisme advokat. Modernisasi sistem menjadi salah satu prioritas, termasuk melalui digitalisasi layanan anggota dan penguatan sistem administrasi yang lebih transparan.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada peningkatan kapasitas advokat, khususnya generasi muda. Program pembinaan dan pengembangan kompetensi dinilai penting untuk menjawab kebutuhan dunia hukum yang semakin dinamis.
Di sisi lain, Fikri juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan kode etik profesi. Hal ini dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap advokat.
Dengan latar belakang pendidikan hukum dari Universitas Indonesia dan pengalaman studi di Cornell Law School, Amerika Serikat, Fikri dinilai memiliki bekal yang kuat untuk membawa organisasi ke arah yang lebih adaptif dan profesional.
Pelitakota.id mencatat, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan internal organisasi, tetapi juga bagaimana advokat dapat terus berkontribusi dalam menciptakan sistem hukum yang adil dan berpihak pada masyarakat.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjawab ekspektasi tersebut melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung, baik bagi anggota organisasi maupun bagi publik luas.



