
Danbrigif TP 32/Mangkalihat Tekankan Budaya Latihan Berkelanjutan, Kemampuan Menembak Jadi Pilar Profesionalisme Prajurit
Kutai Timur – Menjaga kesiapan tempur tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi harus ditopang oleh latihan yang dilakukan secara konsisten dan terukur. Filosofi tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Komandan Brigade Infanteri TP 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., saat meninjau pelaksanaan Latihan Menembak Reaksi Lanjutan (Baksilan) Triwulan II di Lapangan Tembak Usman Harun, Lanal Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Kehadiran Danbrigif di tengah pelaksanaan latihan menjadi bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan setiap program pembinaan berjalan efektif serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Brigif TP 32/Mangkalihat. Peninjauan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dalam menguasai materi yang diberikan.
Menurut Kolonel Agussalim Tuo, kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus terus dipelihara oleh setiap prajurit. Keterampilan tersebut bukan hanya soal ketepatan mengenai sasaran, tetapi juga mencerminkan disiplin, pengendalian diri, serta kesiapan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan.
“Setiap latihan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan profesionalisme. Tidak ada prajurit yang hebat tanpa proses belajar dan latihan yang berkesinambungan,” ujarnya di hadapan peserta.
Pelaksanaan Baksilan Triwulan II sendiri dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan reaksi personel dalam berbagai simulasi yang menuntut kecepatan, akurasi, dan koordinasi. Melalui latihan tersebut, prajurit diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika tugas dengan lebih percaya diri dan terukur.
Selain mengawasi jalannya latihan, Danbrigif juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur. Ia menilai bahwa profesionalisme tidak hanya tercermin dari hasil latihan, tetapi juga dari bagaimana setiap personel menjalankan setiap tahapan dengan disiplin dan tanggung jawab.
Dalam arahannya, ia mengajak seluruh prajurit untuk menjadikan latihan sebagai kebutuhan yang melekat dalam kehidupan militer. Dengan pembinaan yang terus-menerus, kemampuan individu dapat terus berkembang dan mendukung kesiapan satuan secara keseluruhan.
Latihan yang berlangsung di Lapangan Tembak Usman Harun tersebut menjadi bagian dari program rutin pembinaan Brigif TP 32/Mangkalihat dalam menjaga standar kemampuan personel. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi agar peserta memahami kekuatan maupun aspek yang masih perlu diperbaiki.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan. Kehadiran Danbrigif memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara serius.
Brigif TP 32/Mangkalihat meyakini bahwa kesiapan operasional hanya dapat tercapai apabila setiap prajurit memiliki kompetensi yang terus diasah melalui latihan yang realistis dan terencana. Oleh karena itu, budaya belajar dan evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan satuan.
Ke depan, latihan serupa akan terus menjadi agenda penting dalam meningkatkan kualitas personel, sehingga setiap prajurit mampu menjawab tuntutan tugas dengan kemampuan yang optimal serta tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pelaksanaan pengabdian.
Bagi Brigif TP 32/Mangkalihat, lapangan tembak bukan sekadar tempat berlatih membidik sasaran. Di sanalah disiplin ditempa, mental diuji, dan keyakinan dibangun bahwa prajurit yang terus belajar adalah prajurit yang paling siap menjaga bangsa dan negara.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi



