BEDA DAN PERBEDAAN DI HARI KEMERDEKAAN

Spread the love

JAKARTA, PELITAKOTA.ID Hari ini Indonesia bersuka, merayakan peringatan 76 tahun kemerdekaannya. Memang sederhana karena itulah tuntutan jaman di masa pandemik yang melanda seluruh bumi. Sekalipun sederhana dalam penampilan, tetapi makna yang dituangkan di dalamnya betapa tinggi, sebab perbuatan yang tampak adalah perwujudan dari kata-kata dan bukan sekedar pernyataan omong kosong.

Kemarin dan hari ini Jokowi memang beda, selalu tampil beda dan ia memang berbeda dari presiden-presiden sebelumnya yang pernah memimpin Indonesia. Bukan hanya karena badannya yang kurus sampai membuat tuan Tifatul Sembiring beberapa tahun lalu berdoa dihadapan rakyat Indonesia harus meminta pada Tuhan menggemukkan badan Pakde Jokowi. Ia lupa Jokowi bukan orang yang suka bermalasan duduk diam di istana, tetapi lebih suka berjalan berkeliling menyapa rakyatnya untuk memberikan ketenangan bahwa negara ada bersama mereka.

Jokowi memang beda, sangat berbeda dari pendahulunya. Ia tidak suka memelas, mengeluh, mencari pembelaan, sekedar pencitraan agar dianggap sudah bekerja keras. Bukan orang yang suka berpidato dengan wajah yang dibuat seindah mungkin dalam tutur kata serta memelas dan menyatakan prihatin pada masa yang sulit seperti sekarang ini.

Pakde Jokowi tak merasa asing di tengah-tengah rakyatnya, ia dapat menyapa dengan ketulusan jauh dari kepura-pura’an. Ia dapat bersalaman tanpa jarak, sekalipun pengawal mengelilingi dengan waspada, tapi bagi Jokowi bertemu rakyat adalah kewajiban untuk mendengar mereka, apalagi dimasa sukar digerogoti corona di semua lini kehidupan saat ini.

Jokowi tampil beda dalam busana adat seperti yang ditampilkannya hari kemarin di depan rakyat Indonesia. Baju serba hitam dan tas anyaman yang tergantung di bahunya seakan memberitahu seluruh dunia, Indonesia betapa kaya dalam warna dan dalam busana. Melalui pakaian yang ia kenakan Jokowi menyatakan menghargai perbedaan dan menjadikannya kekayaan yang harus dilestarikan. Mengikis segala pengalaman buruk tentang perbedaan yang sempat meraja, menggemuruh dan di tanah yang disebut ibu pertiwi.

Kita memang beda, dilahirkan beda, dari suku yang beda, dari agama yang beda, makanan juga bisa beda, tapi satu hal perbedaan kita hanya pada luarnya saja seperti pakaian adat yang dikenakan Pakde Jokowi. Tubuh kita dibalik pakaian itu sama saja tak ada perbedaan. Kita adalah anak-anak negeri katulistiwa, anak-anak bangsa yang mengaminin bahwa keragaman adalah berkah yang harus dipelihara di bumi bongkahan surga bernama nusantara.

Itulah sebabnya dipesankan para leluhur bangsa dulu sebelum kita merdeka, jagalah perbedaan itu agar tak menimbulkan luka, rawatlah keragaman itu agar ia tetap berkenan dihati, karena dari situlah kita kita tetap jaya melangkah ke masa depan yang penuh harapan, ke masa depan yang gilang gemilang. Merdeka.
(Penulis: Ega Mawardin/MATAHATI.TV)

Leave a Reply