
Secangkir Kopi di Tengah Rakerda: Andreas Bangun Keakraban dan Semangat Persaudaraan Antar Peserta
Bandung, 18 Mei 2026 — Di balik seriusnya pembahasan program kerja dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung Periode 2025–2029, terselip suasana hangat yang memperlihatkan eratnya kebersamaan antar peserta.
Momen itu terlihat saat salah satu pimpinan sidang Rakerda, Bapak Andreas, memanfaatkan waktu istirahat siang dengan meracik kopi khas Nusantara yang kemudian dinikmati bersama sejumlah peserta di lokasi kegiatan GKKI COCCC Bandung Textile Center, Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Di tengah padatnya agenda sidang pleno yang sejak pagi membahas arah pelayanan dan program kerja organisasi, suasana mendadak berubah lebih santai ketika aroma kopi mulai tercium di area istirahat peserta.
Dengan penuh keakraban, Andreas tampak melayani peserta sambil menjelaskan racikan kopi yang menurutnya menggunakan perpaduan cita rasa kopi Nusantara agar tetap nikmat dan nyaman dikonsumsi.
“Kadang kebersamaan itu lahir dari hal sederhana. Dari secangkir kopi, komunikasi bisa menjadi lebih dekat dan suasana menjadi lebih hangat,” ujarnya kepada tim media.
Momen tersebut langsung menarik perhatian sejumlah peserta yang terlihat berkumpul sambil menikmati kopi dan berbincang ringan setelah mengikuti sidang yang cukup serius.
Tidak sedikit peserta yang memanfaatkan suasana santai itu untuk membangun komunikasi lebih dekat antar gereja dan lembaga pelayanan yang hadir dalam Rakerda.
Menurut Andreas, kebersamaan dalam pelayanan bukan hanya dibangun melalui forum resmi dan pembahasan organisasi, tetapi juga melalui hubungan yang hangat dan komunikasi yang tulus antar sesama pelayan Tuhan.
“Pelayanan akan lebih kuat kalau hubungan persaudaraan di dalamnya juga kuat,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki ketertarikan terhadap kopi Nusantara karena Indonesia memiliki kekayaan kopi dengan karakter rasa yang unik dan berkualitas.
Selain menjadi bagian dari budaya Indonesia, menurutnya kopi yang diracik secara alami juga dapat menjadi minuman yang lebih sehat ketika dikonsumsi dengan baik.
“Indonesia punya banyak kopi berkualitas. Selain nikmat, kopi Nusantara juga punya nilai budaya yang luar biasa,” ungkapnya.
Sebagai salah satu pimpinan sidang, Andreas turut menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya Rakerda yang menurutnya berlangsung dengan semangat persatuan dan tanggung jawab pelayanan yang cukup baik.
Ia melihat para peserta aktif memberikan masukan dalam pembahasan program kerja dan menunjukkan keseriusan dalam membangun pelayanan PGLII Kota Bandung ke depan.
Pembahasan dalam Rakerda sendiri mencakup berbagai bidang pelayanan, mulai dari Pendidikan dan Teologi, PI dan Misi Penginjilan, Politik dan Hukum, Hubungan Antar Lembaga, Pemuda dan Remaja, Pelayanan Masyarakat (Pelmas), hingga bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom).
Menurut Andreas, seluruh komisi memiliki semangat yang sama untuk menghadirkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
“Saya melihat ada kerinduan bersama untuk membangun pelayanan yang lebih solid, lebih bersatu, dan lebih berdampak bagi Kota Bandung,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, Andreas berharap suasana persaudaraan dan kebersamaan yang terbangun selama Rakerda tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus menjadi kekuatan dalam membangun pelayanan bersama antar gereja di Kota Bandung.
(Jurnalis: Tim)



