
TULUNGAGUNG,pelitakota– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus mematangkan rencana pembangunan infrastruktur perkotaan yang terencana dan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya acara pemaparan laporan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan Tulungagung yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tulungagung pada Senin (27/4/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., serta menghadirkan tim ahli sebagai narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Integrasi Sejarah dan Budaya
Dalam sambutannya, Plt Bupati H. Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim perencana dari UGM. Beliau menekankan bahwa pembangunan fisik kota tidak boleh melupakan jati diri daerah.
“Kami berharap pembangunan koridor jalan perkotaan ini diintegrasikan dengan aspek sejarah dan budaya. Ini akan menjadi peta jalan penting bagi pembangunan infrastruktur kota di masa mendatang,” ujar Ahmad Baharudin.
Beliau juga menegaskan bahwa dokumen grand desain ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah visi bersama untuk menciptakan lingkungan yang:
Tertib secara tata ruang.
Nyaman bagi mobilitas warga.
Berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Kolaborasi Akademis dan Pemerintah
Kehadiran akademisi dari UGM dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan bahwa pembangunan didasarkan pada kajian ilmiah yang mendalam dan praktik terbaik (best practice) di bidang tata kota.
“Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, saya yakin Tulungagung akan menjadi kota yang semakin maju dan tertata rapi,” imbuhnya di akhir sambutan.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda, para narasumber ahli, serta jajaran tamu undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Tulungagung. Melalui pemaparan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mengawal bersama pelaksanaan grand desain tersebut demi kemajuan Kabupaten Tulungagung.(Dian)



