
Jelang Munas IV PERADI RBA, Fikri Assegaf Muncul sebagai Figur Kunci Arah Transformasi
Bandung — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IV PERADI Rumah Bersama Advokat (RBA) pada Sabtu, 25 April 2026, perhatian publik advokat tidak hanya tertuju pada kontestasi kandidat, tetapi juga pada arah perubahan organisasi yang akan dihasilkan dari forum tersebut. Dalam dinamika itu, Ahmad Fikri Assegaf tampil sebagai salah satu figur yang menonjol.
Perbincangan di internal organisasi menunjukkan adanya dorongan kuat untuk melakukan pembaruan, baik dari sisi tata kelola, sistem pelayanan, maupun penguatan peran advokat di tengah perkembangan zaman. Fikri dinilai sebagai sosok yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih progresif.
Dengan latar belakang panjang di bidang hukum bisnis dan pengalaman dalam pengembangan sistem hukum berbasis teknologi, Fikri dipandang memiliki perspektif yang berbeda dibandingkan kandidat lainnya. Ia tidak hanya berbicara soal struktur organisasi, tetapi juga mendorong perubahan cara kerja yang lebih efektif dan adaptif.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya transformasi organisasi menuju sistem yang lebih modern. Digitalisasi layanan, efisiensi administrasi, serta peningkatan akses bagi anggota menjadi bagian dari arah pembaruan yang didorong.
Selain itu, penguatan kualitas advokat juga menjadi perhatian penting. Organisasi advokat dinilai perlu berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas anggotanya agar mampu bersaing dan menjawab tantangan hukum yang semakin kompleks.
Di sisi lain, nilai-nilai dasar profesi tetap menjadi pijakan utama. Integritas, profesionalisme, dan penegakan kode etik dipandang sebagai fondasi yang harus tetap dijaga dalam setiap langkah perubahan.
Munas IV PERADI RBA di Bandung akan menjadi titik penentu bagi berbagai gagasan tersebut. Penggunaan sistem e-voting dalam pemilihan Ketua Umum menjadi salah satu indikator bahwa organisasi mulai bergerak ke arah yang lebih terbuka dan modern.
Dengan menguatnya wacana transformasi dan munculnya figur yang membawa gagasan pembaruan, hasil Munas kali ini diperkirakan tidak hanya menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga akan membentuk arah strategis PERADI RBA dalam menghadapi tantangan profesi advokat di masa depan.



