BERMEGAH DALAM TUHAN

Spread the love

Pelitakota.id | Suara Kebenaran Hari Ini | 2 Korintus 10:17, “Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
*BERMEGAH DALAM TUHAN*
Rasul Paulus tidak mau membenarkan dirinya sendiri, seperti yang dilakukan oleh rasul-rasul palsu (2 Korintus 10:12). Dengan terus terang ia menjelaskan bahwa rasul-rasul palsu itu menggunakan cara yang salah untuk memuji diri mereka sendiri, dengan mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri, yang benar-benar sangat bodoh. Mereka senang dan benar-benar merasa bangga atas perolehan mereka sendiri, dan tidak pernah terpikir bahwa ada banyak orang yang jauh lebih banyak menerima karunia dan anugerah, kuasa dan kekuasaan. Karena itu mereka menjadi congkak dan pongah.
Paulus menetapkan pedoman yang lebih baik dalam bertingkah laku, yaitu tidak mau bermegah melampaui batas, yang merupakan batas yang dipatok Allah baginya (2 Korintus 10:13). Maksudnya, ia tidak mau membanggakan diri dengan semua karunia atau anugerah, atau kuasa dan kekuasaan melebihi apa yang sesungguhnya diberikan Allah kepadanya, seperti yang dilakukan oleh rasul-rasul palsu, ketika mereka bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.
Rasul Paulus memeriksa dirinya sendiri, seolah-olah ia sudah berlebihan memuji diri sendiri. Tuduhan dan kecaman yang tidak adil yang dihunjamkan oleh musuh-musuhnya telah mengharuskan dia untuk membela diri.
Karena itu ia menyampaikan dua hal yang perlu diperhatikan:
1. Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan (2 Korintus 10:17). Jika kita mampu menetapkan peraturan yang baik bagi perilaku kita, atau bertindak berdasarkan ketetapan tersebut, atau berhasil dalam melaksanakannya, maka segala pujian dan kemuliaan harus dikembalikan kepada Allah.
2. Bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan (2 Korintus 10:18). Dari segala macam pujian sombong, yang paling buruk adalah memuji diri sendiri, dan sikap menepuk dada acap kali tidak lebih baik daripada memuji diri dan menipu diri sendiri. Sebaik-baiknya, memuji diri sendiri bukanlah sebuah pujian, dan tindakan tersebut sama bodohnya dengan kesombongan.
Karena itu saudaraku, daripada memuji atau meninggikan diri sendiri, sebaiknya kita berusaha agar diri kita berkenan kepada Allah, dan perkenanNya akan menjadi pujian yang terbaik bagi kita. Haleluyah, amen. (Pst.harts)

Leave a Reply