
Bekasi Terapkan Intervensi Cepat di Perlintasan Rawan, Alarm Dini Disiapkan Sambil Tunggu Proyek Besar
Kota Bekasi, 29 April 2026 — Pemerintah Kota Bekasi mengubah pendekatan penanganan perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dengan menitikberatkan pada intervensi cepat. Langkah ini diambil untuk menutup celah keselamatan di titik-titik rawan sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama jajaran dinas teknis melakukan peninjauan langsung untuk memetakan kondisi lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah perlintasan masih beroperasi tanpa sistem pengamanan memadai.
“Yang kita hadapi bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal waktu. Risiko itu ada setiap hari,” ujarnya.
Sebagai respons, pemerintah daerah menyiapkan sistem peringatan dini berbasis suara yang akan dipasang di sekitar perlintasan. Sistem ini dirancang untuk memberi sinyal kepada pengguna jalan sebelum kereta melintas, sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan.
Selain itu, penguatan pengawasan juga dilakukan melalui penempatan petugas di titik-titik strategis. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi pelanggaran yang kerap terjadi di perlintasan tanpa palang.
Pengembangan teknologi juga mulai diarahkan pada penggunaan sensor otomatis yang mampu mendeteksi kedatangan kereta dan mengaktifkan sistem peringatan secara langsung. Pendekatan ini dinilai lebih responsif dibandingkan sistem manual.
Pemerintah Kota Bekasi juga akan memasang pembatas sementara untuk mengendalikan akses di perlintasan liar yang selama ini menjadi titik rawan.
Di tengah upaya tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan perlintasan harus berada di bawah kendali resmi demi memastikan standar keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi berlapis, di mana solusi cepat diterapkan untuk menjawab kebutuhan mendesak, sementara solusi jangka panjang tetap dipersiapkan melalui pembangunan infrastruktur seperti flyover.
Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat menekan risiko kecelakaan dalam waktu dekat sekaligus membangun sistem keselamatan yang lebih terstruktur di masa depan.



