KORBAN PENEBUSAN SALAH

Spread the love

Pelitakota.id | Suara Kebenaran Injil Hari Ini | Imamat 5:17, “Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang Tuhan tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahan-nya sendiri.
*KORBAN PENEBUSAN SALAH*
Kepada Musa disampaikan, apa yang harus dilakukan bila suatu kesalahan jelas telah terjadi. Orang yang berbuat kesalahan harus mempersembahkan korban kepada Tuhan, yakni, untuk segala sesuatu yang murni merupakan korban penebus salah, harus berupa seekor domba jantan yang tidak bercela, “dari tahun kedua,” kata para ahli agama Yahudi.
Selanjutnya, apa yang harus dilakukan ketika ada keraguan bilamana seseorang telah berbuat kesalahan atau tidak. Ada alasan untuk mencurigai bahwa ia telah berbuat salah, tetapi ia merasa melakukannya tanpa mengetahuinya (Imamat 5:17), artinya, ia tidak begitu yakin. Dalam hal ini, oleh karena lebih baik bagi orang tersebut untuk yakin, maka ia harus membawa korban penebus salah yang nilainya sebesar kerugian yang ia perkirakan, hanya saja ia tidak perlu menam-bahkan seperlima bagian. Nah, semua ini dirancang untuk memperlihatkan kejahatan yang sangat besar dari perbuatan menista sesuatu yang suci. Akhan, yang bersalah karena dengan sengaja melakukan penistaan, mati karenanya. Demikian pula dengan Ananias dan Safira. Akan tetapi, rancangan korban penebus dosa ini lebih lanjut hendak memperlihatkan kejahatan bahwa bila seseorang, tanpa sepengetahuan dan tanpa sadar, telah menahan sesuatu hal suci, bahkan, bila ia mencurigai dirinya telah melakukan kesalahan, maka ia tetap harus membayar harganya.
Kitab Imamat yang bicara tentang kekudus-an hidup mengingatkan kita bahwa Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda dari orang dunia sebagai saksi-saksi-Nya yang Ia tempatkan di tengah-tengah dunia yang dosa.
Saudaraku, kehidupan orang percaya ditun-tut sedemikian kudusnya kehidupan yang dihidupinya dihadapan Tuhan. Berjuanglah hidup berkenan dihadapan Allah, amen. Pst.harts

Leave a Reply