KORBAN KESELAMATAN DENGAN UCAPAN SYUKUR

Spread the love

Pelitakota.id | Suara Kebenaran Injil Hari Ini | Imamat 3:1-2, “Jikalau persembahannya merupakan korban keselamatan, maka jika-lau yang dipersembahkannya itu dari lembu, seekor jantan atau seekor betina, haruslah ia membawa yang tidak bercela ke hadapan Tuhan. Lalu ia harus meletakkan tangannya di atas kepala persembahannya itu, dan menyembelihnya di depan pintu Kemah Per-temuan, lalu anak-anak Harun, imam-imam itu haruslah menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya.
KORBAN KESELAMATAN DENGAN UCAPAN SYUKUR
Ketetapan-ketetapan mengenai masing-masing hewan korban ini sangat serupa, namun diulang-ulang, guna menunjukkan betapa kita harus memperhatikan agar seluruh ibadah kita dilakukan sesuai dengan petunjuk dan perkenan Allah terhadap ibadah yang dilaksanakan itu. Selain itu, pengulangan itu mengisyaratkan betapa kita membutuhkan ajaran demi ajaran, bahkan kalimat demi kalimat.
Korban bakaran diadakan dengan meman-dang kepada Allah sebagai Keberadaan yang terbaik di antara semua yang ada, serta yang paling sempurna dan unggul. Korban bakaran ini murni merupakan ungkapan pemujaan, dan oleh sebab itu harus dibakar sampai habis. Namun, korban keselamatan atau korban perdamaian (KJV) memandang Allah sebagai “Allah Penyedia” yang murah hati kepada segala makhluk ciptaan-Nya dan Pemberi segala sesuatu yang baik kepada kita. Oleh karena itu korban keselamatan ini dibagi-bagi untuk mezbah, imam, dan pemilik hewan itu. Karena itu korban-korban ini disebut korban pendamaian (KJV), sebab di dalamnya Allah dan umat-Nya bagaikan berpesta bersama sebagai tanda persahabatan.
Dua macam persembahan syukur, kurban sajian dan keselamatan menunjukkan lagi belas kasih Allah yang luas. Allah mengasihi dan memberi jalan bagi pengampunan dosa umat-Nya. Orang miskin sekalipun yang tidak memiliki ternak tetap bisa berbagi syukur dalam kurban sajian dengan sesama mereka. Orang yang diberkati berlimpah harus lebih bersyukur. Tidak ada alasan bagi anak-anak Tuhan untuk tidak mensyukuri hidup ini karena Tuhan baik dan Ia mencukupi kebutuhan hidup kita serta memelihara kita. Haleluyah, amen. Pst.harts

Leave a Reply