Tulungagung,pelitakota – Sebuah video viral menampilkan sosok Mbah Sutris yang menyoroti dugaan pungutan di beberapa SMA dan SMK Negeri di Tulungagung. Dalam videonya, Mbah Sutris menyebut bahwa ada SMA Negeri yang diduga menarik Rp100 ribu per bulan, sementara SMK Negeri diduga menarik hingga Rp2 juta dengan berbagai istilah yang dibungkus rapi.

“Sekolah negeri iki loh… negeri! Nek pemerintah ngomong gratis, ya ojo isih narik-narik! Iki jenenge ora barokah!” ujar Mbah Sutris dengan nada tinggi dalam video tersebut.
Mbah Sutris juga menyinggung adanya dugaan tekanan dan intimidasi halus kepada wali murid yang keberatan bayar. Ia menekankan bahwa praktik-praktik seperti itu bukan hanya memberatkan, tapi juga tidak pantas dilakukan di lembaga pendidikan negeri yang seharusnya jadi contoh.
“Wali murid iki akeh sing ora mampu. Ojo digebugi karo pungutan sing jenenge diganti-ganti! Nek pungutan yo ngomong wae pungutan, ojo didandani seolah-olah amal!” tambahnya dengan pedas.
Video itu membuat warganet meledak dengan komentar-komentar keras yang mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk turun tangan dan memeriksa dugaan pungutan terselubung di sekolah-sekolah tersebut.
Hingga kini, pihak sekolah utamanya kepala sekolah SMK N 1 Tulungagung yang menjadi sasaran kritik mbah Sutris dan instansi terkait masih diam, belum memberi klarifikasi. Namun satu hal jelas: suara Mbah Sutris sudah terlanjur menggema, dan publik Tulungagung tidak akan diam lagi terhadap dugaan praktik yang memberatkan wali murid.(dian)


