Belu, NTT — Tugas menjaga perbatasan negara tak hanya soal senjata dan patroli. Disiplin, keselamatan, dan kepatuhan hukum justru menjadi kunci utama. Itulah pesan kuat yang ditegaskan dalam sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) Polisi Militer “Waspada Wira Tombak” TA 2026 yang diikuti ratusan prajurit .
Bertempat di Mako Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Kabupaten Belu, sekitar 350 personel Satgas tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar oleh . Mulai dari pembekalan aturan berlalu lintas, safety riding, hingga pengecekan langsung kendaraan dinas dan pribadi, semua dilakukan secara terbuka dan tegas.
Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar aturan di atas kertas, tetapi fondasi utama keselamatan prajurit di medan tugas. Kendaraan yang laik jalan, administrasi lengkap, dan sikap tertib di jalan raya menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme prajurit TNI.
Tak hanya teori, kegiatan ini juga langsung menyentuh praktik di lapangan. Polisi Militer melakukan pemeriksaan fisik kendaraan, kelengkapan surat, hingga memberikan arahan langsung kepada prajurit. Suasana berlangsung serius namun komunikatif, menegaskan bahwa penegakan disiplin adalah bentuk kepedulian, bukan semata penindakan.
Melalui Operasi Gaktib “Waspada Wira Tombak” TA 2026 yang digelar sepanjang tahun, diharapkan setiap prajurit semakin sadar bahwa keselamatan diri adalah bagian dari keberhasilan tugas negara. Karena di wilayah perbatasan, ketertiban dan disiplin adalah tameng pertama sebelum senjata diangkat.


