Hari ini, tujuh hari sudah kita melangkah meninggalkan tahun 2025. Kini kita menapaki tahun 2026 dengan harapan yang diperbarui, hati yang diteguhkan, dan iman yang diarahkan kepada Tuhan. Kiranya sepuluh butir perenungan ini menjadi penuntun langkah kita:
- Kesuksesan tidak pernah final, kegagalan tidak pernah fatal—keberanianlah yang menentukan arah.
- Kewajiban kita adalah melakukan yang benar; selebihnya ada dalam tangan Tuhan.
- Biarlah terang kita bersinar—entah sebagai lilin di sudut ruangan, atau mercusuar di puncak bukit.
- Kita sering mengasihi benda dan memanfaatkan orang; seharusnya memanfaatkan benda dan mengasihi orang.
- Melayani adalah wujud kasih—apa pun profesi kita, itulah pakaian kerja iman kita.
- Obat bagi hati yang membeku adalah hati yang membara bagi Tuhan.
- Waspadai pencobaan: ada yang jatuh karenanya, ada pula yang menjadikannya tangga menuju keberhasilan.
- Perilaku baik melahirkan senyuman; senyuman melahirkan sahabat; sahabat lebih bernilai daripada kekayaan.
- Mungkin ada yang lebih cantik, lebih pintar, atau lebih kaya—namun tak seorang pun dapat menjadi dirimu. Be yourself.
- Jangan hanya tersenyum untuk menyembunyikan luka; tersenyumlah untuk menyembuhkannya.
“Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.”
Amsal 10:17
Selamat beraktivitas di tahun 2026 dalam perkenan-Nya. STAY in GOD.
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya senantiasa kepada kita semua.
Selamat menikmati divine breakthrough, divine solution, divine resolution, dan divine fission.
— Abah Daniel


