Setelah Solo, G-Bran Bogor Segera Bangun ‘Barisan Warga’ – Pengurus Kota Siap lapor ke Pusat

Spread the love

Kota Bogor – 29 Desember 2025 Tidak ada jeda untuk bersantai. Hanya 7 hari setelah deklarasi resmi di Hotel Loji Solo (17 Desember 2025), Gerakan Berani Nusantara (G-Bran) sudah mendarat di Kota Bogor dan langsung membangun fondasi. Dalam rapat perdana persiapan DPC yang diadakan hari minggu (28 Desember 2025), juru bicara G-Bran Kota Bogor Agus Salim memberitahu awak media: “Kita Bogor sudah rapat pembentukan pengurus tingkat kota, yang langsung akan dilaporkan oleh tim ke DPD dan DPP.”

Kecepatan itu bukan tanpa alasan – Agus mengakui bahwa antusiasme rekan-rekan yang hadiri rapat sangat tinggi, semuanya sabar menjadi bagian dari “barisan warga” yang akan melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) yang merajalela di ruang publik.

“Kita tidak mau cuma berdiri diam melihat DFK merusak anak muda dan memecah belah masyarakat,” katanya dengan tegas. “Di Bogor, warga bukan cuma anggota – tapi barisan yang kuat yang akan meluruskan kebenaran yang sengaja dibengkokkan.”

Solo: Tempat Semangat Lahir, Bogor: Tempat Semangat Berkembang

Solo dipilih sebagai tempat deklarasi karena kota itu adalah “rumah semangat perjuangan” – kelahiran Presiden Joko Widodo, Selamet Riady, dan Sri Susuhunan Ke VI. Ide G-Bran muncul dari sekelompok tokoh peduli, antara lain anak jendral, Simon Budijanto, Marbi, Joice Massie, dan Iyyas Subiakto – yang semua sepakat membangun gerakan sejalan dengan visi Jokowi.

Struktur nasional sudah terpasang kokoh: Iyyas Subiakto sebagai Ketua Umum dan Presiden Jokowi sendiri sebagai Penasihat – yang telah menyetujui untuk membimbing setiap langkah G-Bran.

Filosofi “5+5”: Setiap Orang Bisa Berkontribusi Sesuai Kemampuan

Apa yang membuat “barisan warga” G-Bran berbeda? Agus menjelaskan filosofi unik “5 + 5” yang menjadi jiwa gerakan. “Ini bukan cuma angka – ini simbol bahwa kebaikan dan kebenaran bisa dicapai dengan cara berbeda. Kamu bisa berkontribusi 6+4, 7+3, apa pun – yang penting, kita sama-sama mengejar tujuan: kebenaran dan kebahagiaan bersama,” ujarnya, yang langsung membuat hadirin tersenyum dan semakin semangat.

Filosofi ini juga menekankan adanya standar moral yang pasti – baik di hukum alam maupun sosial – yang membedakan antara benar dan salah, baik dan buruk.

Tindakan Nyata: Penyuluhan dan Kerjasama dengan Masyarakat Lokal

Dengan pengurus kota yang siap dilaporkan, Agus memastikan G-Bran Bogor tidak cuma omong kosong. “Kita akan melakukan penyuluhan di lingkungan, sekolah, dan komunitas untuk mengajarkan cara mengenali DFK. Juga akan bekerja sama dengan lurah, camat, dan elemen masyarakat lainnya agar Bogor tetap damai dan solid,” katanya.

Rapat perdana dihadiri oleh Tim  calon pengurus. Dan sudah banyak yang mengatakan siap bergabung, tanpa memandang status – yang penting adalah menjadi bagian dari barisan yang melindungi kota mereka.

“G-Bran bukan cuma nama – ini janji untuk nusantara. Di Bogor, kita mulai dari sini, dari kita semua,” tutup Agus dengan semangat

Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan