Seminar Nasional Natal 2026 di UPH Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Membangun Bangsa

Spread the love

Tangerang — Seminar Nasional Natal 2026 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Panitia Natal Nasional. Memasuki pelaksanaan ke-10, seminar bertema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24) ini berlangsung di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan (UPH), Selasa (3/2), dan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Panitia Natal Nasional yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa rangkaian perayaan Natal Nasional dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni mengedepankan kesederhanaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial, seperti penyaluran 20 ribu paket sembako, pemberian beasiswa pendidikan, penyediaan kursi roda, operasi bibir sumbing, renovasi gereja, serta pembangunan gedung Sekolah Alkitab. Program ini melibatkan dukungan lintas agama sebagai bentuk nyata semangat persatuan dan gotong royong bangsa Indonesia.

Selain program sosial, Maruarar juga memberikan dorongan kepada mahasiswa UPH untuk menjadi pelaku usaha muda. Ia menyampaikan rencana pemberian bantuan modal usaha sebesar Rp200 juta kepada 10 mahasiswa yang dinilai memiliki potensi kewirausahaan. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi pengusaha baru yang dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Seminar menghadirkan dua pembicara utama, yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, serta pengusaha nasional James T. Riady. Diskusi dipandu oleh Prof. Binsar Pakpahan selaku koordinator seminar nasional.

Dalam materinya, Prof. Brian menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan suatu negara. Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan menentukan daya saing bangsa, sehingga investasi di bidang pendidikan harus menjadi prioritas jangka panjang.

Ia turut membagikan pengalaman inspiratif tentang seorang mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan melalui bantuan beasiswa dan kemudian berkembang menjadi pengusaha nasional. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa dukungan pendidikan dapat mengubah masa depan seseorang secara signifikan.

Sementara itu, James T. Riady menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dalam kehidupan pribadi maupun pembangunan bangsa. Ia membagikan pengalaman pribadinya menghadapi krisis rumah tangga yang sempat membuatnya terpisah dari keluarga. Melalui refleksi spiritual dan komitmen untuk memulihkan hubungan keluarga, ia akhirnya berhasil menyatukan kembali keluarganya.

Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Menurutnya, jika keluarga kokoh, maka gereja dan bangsa juga akan memiliki fondasi yang kuat.

Rektor UPH, Prof. Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan UPH sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia menilai seminar ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat kesadaran mahasiswa mengenai peran keluarga dan pendidikan dalam pembangunan bangsa.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Panitia Natal Nasional juga menyerahkan lima unit mobil ambulans kepada perwakilan lembaga keagamaan, termasuk Gereja HKBP Cikarang, serta perwakilan umat Buddha dan Islam, sebagai simbol kepedulian sosial lintas agama.


Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan