Satgas Pamtas RI–Malaysia Dibekali Drone Bea Cukai, Perbatasan Entikong Kini Makin “Melek Udara”
Entikong, Kalbar — Upaya menjaga perbatasan negara terus beradaptasi dengan teknologi. Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1 Kostrad kini dibekali pemahaman penggunaan drone pengawasan oleh Bea Cukai Entikong, Kamis (30/1/2026), sebagai langkah memperkuat pengamanan wilayah rawan penyelundupan.
Bertempat di Pos Komando Taktis Entikong, pembekalan ini membahas secara langsung peran strategis drone dalam memantau jalur tikus, mendeteksi perlintasan ilegal, hingga membaca pola penyelundupan lintas batas RI–Malaysia. Materi disampaikan oleh tim Bea Cukai Entikong, yang juga mengulas peta kerawanan, kawasan pabean, mekanisme ekspor-impor, serta fungsi PLBN di Kalimantan Barat.
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1 Kostrad, Letkol Arh Andy Qomarudin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama pengamanan perbatasan di era modern.
“Pengawasan perbatasan tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Pemahaman teknologi seperti drone sangat penting agar personel Satgas lebih cepat, tepat, dan efektif dalam mencegah aktivitas ilegal,” tegasnya.
Melalui sinergi TNI dan Bea Cukai ini, pengamanan perbatasan diharapkan semakin terintegrasi, adaptif, dan profesional, sekaligus menjadi benteng kuat menjaga kedaulatan negara dari ancaman lintas batas yang terus berkembang.
Jurnalis: Romo Kefas


