Rakernas Usai, Persoalan Tersisa: Ujian Kepercayaan di Tubuh AKPERSI

Spread the love

Tangerang — Kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) yang semula diharapkan menjadi momentum konsolidasi justru menyisakan persoalan yang belum tuntas. Sisa pembayaran kegiatan yang belum diselesaikan kini menjadi ujian tersendiri bagi soliditas dan kepercayaan di dalam organisasi.

Permasalahan tersebut mencuat setelah adanya penahanan kendaraan milik salah satu pihak, Yudianto. Situasi ini bukan hanya memunculkan persoalan administratif, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dampak sebuah keputusan dapat merembet ke individu di luar inti tanggung jawab.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai upaya komunikasi disebut telah dilakukan, meski belum menghasilkan titik temu. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak semata soal teknis pembayaran, melainkan juga menyangkut koordinasi dan kesepahaman antar pihak.

Dari sisi pengelola lokasi kegiatan, langkah yang diambil dipandang sebagai bentuk pengamanan atas kewajiban yang belum diselesaikan. Sementara dari sisi internal organisasi, muncul pengakuan bahwa komunikasi yang belum optimal turut memengaruhi lambatnya penyelesaian.

Pengamat menilai, situasi ini menjadi refleksi penting bahwa organisasi yang membawa nama besar dan melibatkan banyak pihak perlu memiliki sistem manajemen yang kuat, khususnya dalam hal perencanaan dan pertanggungjawaban kegiatan.

Lebih dari itu, persoalan ini juga menyentuh aspek kepercayaan. Ketika sebuah kegiatan selesai namun menyisakan konflik, maka yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian teknis, tetapi juga citra dan integritas lembaga.

Di tengah berbagai dinamika yang ada, semua pihak diharapkan dapat mengedepankan itikad baik, membuka ruang dialog, serta mencari solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memulihkan kepercayaan yang sempat terganggu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap agenda besar tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari bagaimana tanggung jawab diselesaikan setelah kegiatan berakhir.


Sumber: Syamsul Bahri
Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan