Rakerda II PGLII Kota Bekasi Tancap Gas! Usai Ishoma, Program Strategis Langsung Disahkan
Bekasi – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PGLII Kota Bekasi periode 2025–2029 memasuki babak penentuan usai sesi makan siang, Senin (23/2/2026). Jika pagi hari forum diwarnai diskusi komisi yang hangat dan penuh gagasan, maka sore harinya suasana berubah lebih fokus: keputusan harus diambil.
Pengurus PD PGLII Kota Bekasi kembali ke ruang sidang dengan agenda jelas—merumuskan dan mengesahkan program prioritas yang akan dijalankan mulai 2026.
Ketua PGLII Kota Bekasi Pdt. Djajang Buntoro menegaskan bahwa fase pleno ini bukan sekadar formalitas.
“Hari ini kita tidak hanya bicara ide. Kita tetapkan langkah konkret. Apa yang disepakati harus dijalankan,” ujarnya tegas.
Program yang Disepakati
Dari pembahasan yang berlangsung dinamis, forum menyepakati sejumlah arah strategis:
🔹 Konsolidasi & Perluasan Jaringan
- Penguatan 17 sinode dan yayasan yang telah tergabung.
- Target penambahan 10 sinode baru.
- Fellowship bulanan bergilir antar gereja anggota.
🔹 Penginjilan Tetap Jadi Napas
- Doa bersama dua minggu sekali.
- Pelatihan penginjilan lintas gereja.
- Penegasan kembali identitas injili sebagai fondasi gerak.
🔹 50 Mahasiswa KIP Jadi Target 2026
- Pendampingan rohani dan pembinaan karakter.
- Standar IP minimal 3,2.
- Pemetaan kebutuhan guru agama Kristen di sekolah negeri.
🔹 Pusat Kajian Masyarakat
Lima isu besar masuk daftar kajian:
- Sampah
- Banjir
- Kemacetan
- Pendidikan tinggi
- Penempatan guru agama Kristen
Dari lima isu tersebut, satu akan dipilih sebagai prioritas utama 2026 untuk diajukan secara resmi.
🔹 Sekolah Lansia & Gereja Ramah Anak
- Target 10 kelompok Sekolah Lansia.
- Respons aktif terhadap isu bullying dan krisis generasi muda.
- Penguatan pemuda dan pria melalui pola pemuridan.
🔹 Pangkas Program, Fokus Dampak
Setiap bidang diarahkan memiliki satu program unggulan agar lebih efektif dan terukur.
Dari Forum ke Aksi
Sidang pleno berlangsung serius namun tetap penuh semangat kebersamaan. Beberapa usulan dipertajam sebelum akhirnya diketuk sebagai keputusan bersama.
Rakerda II ini menjadi momentum “tancap gas” bagi PGLII Kota Bekasi. Bukan hanya menyusun daftar rencana, tetapi menetapkan arah yang jelas untuk empat tahun ke depan.
Tahun 2026 pun diproyeksikan sebagai tahun pembuktian—saat gagasan yang disepakati diuji melalui implementasi nyata di tengah gereja dan masyarakat Kota Bekasi.


