Pulanglah Nak, Bapak Tidak Marah!

Spread the love

Lukas 15:17 “Lalu ia menyadari keadaannya,…”

Perumpamaan Yesus tentang Hati Bapa terhadap anak yang hilang selalu menarik dibahas. Mengapa? Karena Cerita itu ada dan hidup di tengah-tengah kita. Kisah itu adalah aku dan kau.

Catatan penting bahwa Anak yang Hilang itu bertobat Dimulai dari Kesadaranya sendiri. Langkah keduanya yaitu Ayat 20 “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.”

Menarik dikulik adalah perihal Respon Sang Bapa: Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, Perhatikan baik: KETIKA MASIH JAUH memberikan pengertian: Sekalipun anaknya itu Masih Jauh, Bapa TETAP Mengenali anaknya, meskipun tampilan anaknya telah berubah 180⁰.

Menjadikan kita terkaget dan tertegun adalah kalimat “lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” Apakah alasan si Bapa bisa begitu? Padahal kelakuan anaknya itu sungguh terlalu Sadis. Sangat mungkin adalah si Bapa melihat Tampilan anaknya yang berbeda saat pergi dgn saat kembali. Sekarang sangat memprihatinkan alis gembel. Bapa sungguh kasihan kepada si anak yang telah mengambil jalan yang salah. Tetapi sekarang telah menyadari kesalahanya.

Hal Itulah yang membuat Si Bapa berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Si Bapa membuat terobosan yang tak terduga yaitu : Pertama, Berlari. Berlari adalah sikap GERCEP alias GERAK CEPAT. Orangnya sudah menyadari kesalahan, langsung rangkul. Jangan lepas lagi. Sama dengan seseorang sudah mau menerima Yesus dst, TANGKAP CEPAT alias JANGAN KASI KENDOR!

Kedua, Si Bapa merangkul dan mencium. Eittttt tunggu dulu: Bukankah Anak itu BAUnya nggak ketulungan? Hemmm, Sebenarnya bukan hanya oroma bau fisik seperti bau kandang Babi, tetapi anak itu BAUnya adalah BAU DUNIA ayat 13 mengatakan Lebih jauh lagi, bahwa anak itu Baunya, Bau Kematian, (ay 24 Sebab anakku ini telah mati). Artinya, *Orang yang keluar dari dari kumpulan Kawanan Domba Allah, Sesungguhnya ia telah mati. Lihatlah Judas yang mengasingkan diri ketika Tuhan Yesus bergelut dalam doa di Getsemani. Judas malah asik transaksi di luar sana. Judas telah mati, Judas bau dunia.

Kemudian…
SINGKAT CERITA, si anak hilang, kini telah kembali ke rumah atas kesadaran sendiri. Si Anak hilang yang telah MATI, kini menjadi hidup kembali, Maka kata si BAPA kepada semua orang, aku dan kau: Hidup di luar Bapa sama dengan Hidup dengan cara Dunia, sesungguhnya adalah HIDUP Dalam KEMATIAN. Tetapi ketika penyadaran diri (=TOBAT) kita lakukan atau kita Kembali Sendiri sekalipun harus melewati Pelbagai Macam LIKA-LIKU kehidupan ini, buat si Bapa, ia telah hilang namun didapat kembali.

Jadi, TOBAT itu adalah Kesadaran yang datang melihat Keberadaan Diri yang telah jauh Dari Tuhan, kemudian Bergerak Menjumpai Bapa. Ingatlah: BAPA Nggak Marah kok. Bapa tetap menunggu dengan penuh belas kasih, siap merangkul, aku dan kau. Amin.

Pdt Ezra Simorangkir

Tinggalkan Balasan