Ps. Fadillah Tekankan Gereja Harus Menjadi Pusat Pembinaan Kepemimpinan Rohani

Spread the love

Ps. Fadillah Tekankan Gereja Harus Menjadi Pusat Pembinaan Kepemimpinan Rohani

Bandung – Sekretaris Badan Musyawarah Gereja Methodist Injili, Ps. Fadillah, menegaskan bahwa gereja memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan kepemimpinan rohani yang mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat dan bangsa.

Menurutnya, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai, karakter, dan kepemimpinan yang berlandaskan iman.

Ia menilai gereja perlu menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki ketangguhan spiritual, kepekaan sosial, serta komitmen pelayanan yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Gereja harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya melayani di lingkungan internal, tetapi juga hadir memberikan solusi dan harapan bagi masyarakat,” ujar Ps. Fadillah.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan kepemimpinan rohani menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan gereja berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, gereja perlu membangun sistem pembinaan yang mampu mengembangkan potensi jemaat agar siap terlibat dalam pelayanan dan misi kemasyarakatan.

Ps. Fadillah juga menyoroti pentingnya gereja membangun pelayanan yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ia menilai gereja harus hadir sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual yang mampu memperkuat nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.

“Pelayanan gereja harus mampu menjawab kebutuhan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai iman. Gereja dipanggil untuk menjadi tempat pembentukan karakter yang memberi dampak luas bagi kehidupan sosial,” katanya.

Ia menambahkan bahwa gereja-gereja di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama. Melalui pelayanan yang terarah, gereja dinilai mampu berkontribusi dalam memperkuat kehidupan moral bangsa.

Ps. Fadillah berharap gereja terus memperkuat kolaborasi pelayanan serta membangun budaya pembinaan kepemimpinan rohani yang berkelanjutan, sehingga gereja dapat menjadi kekuatan transformasi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan