POLRI-G-BRAN JAGA KEUTUHAN SOSIAL” – NATARU BOGOR TANPA GANGGUAN, BUkti KERJA SAMA ANTI DFK BERHASIL

Spread the love

BOGOR, 03 JANUARI 2026 – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 di Bogor tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga menjadi bukti konkret bagaimana kolaborasi antara kepolisian dan gerakan masyarakat mampu menjaga keutuhan sosial serta menangkal ancaman disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Dari perspektif upaya memelihara keharmonisan antarwarga, Gerakan Berani Nusantara (G-BRAN) Bogor Raya mengakui bahwa kerja keras Polri telah memberikan kontribusi besar bagi kestabilan wilayah.

Sebagai gerakan yang resmi diperkenalkan pada 17 Desember 2025 di Solo dengan visi menegakkan kebenaran bersama, G-BRAN hadir di Bogor untuk menggerakkan peran aktif masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi negatif. Koordinator G-BRAN Bogor Raya Agus Salim Dwidasawarsa Harahap alias Togu menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga ketertiban selama Nataru merupakan implementasi nyata dari filosofi “5 + 5” G-BRAN yang mengutamakan kerja sama lintas elemen.

“Kita menyaksikan bagaimana Polri tidak hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga berperan dalam mencegah penyebaran informasi yang dapat memecah belah masyarakat selama perayaan. Ini sangat sejalan dengan tujuan G-BRAN untuk menciptakan suasana yang damai dan penuh rasa kebersamaan,” ujar Togu pada hari ini (Sabtu, 03/01/2026).

Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Polri tidak hanya terbatas pada penyebaran personel di lokasi strategis seperti gereja, pusat perbelanjaan, dan objek wisata. Pihak kepolisian juga aktif melakukan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk G-BRAN, untuk mengidentifikasi potensi masalah dan melakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga stabilitas sosial.

“Polri menunjukkan pendekatan yang komprehensif – mulai dari pemetaan titik rawan hingga edukasi kepada masyarakat. Mereka memahami bahwa keamanan tidak hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga soal membangun kepercayaan dan memastikan bahwa informasi yang beredar tidak menjadi sumber konflik,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya bersama menangkal DFK, G-BRAN Bogor Raya melihat bahwa keberhasilan Nataru yang damai menjadi landasan penting untuk memperkuat kerja sama di tahun depan. Togu menekankan bahwa setiap warga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan yang harmonis, terutama dalam menghadapi arus informasi yang semakin kompleks.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada aparat untuk menjaga keutuhan sosial. Setiap orang harus mampu mengenali dan menolak informasi yang salah serta fitnah yang bisa merusak hubungan antarwarga. Kerja sama yang kita bangun selama Nataru ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa G-BRAN Bogor Raya akan segera melaksanakan program kerja yang lebih masif, termasuk penyuluhan di sekolah-sekolah untuk meningkatkan literasi informasi pada anak muda, serta kerja sama dengan Polri dalam mengantisipasi penyebaran DFK di masa perayaan atau momen penting lainnya.

“Kita ingin Bogor menjadi kota yang tidak hanya aman dari gangguan fisik, tetapi juga aman dari pengaruh informasi yang merusak. Dengan dukungan dan kerja sama yang erat dengan Polri, kita yakin tujuan ini bisa tercapai,” tandasnya.

Sementara itu, sumber dari kepolisian menyampaikan bahwa selain kembali menjalankan tugas rutin, mereka juga siap untuk terus berkolaborasi dengan G-BRAN dan elemen masyarakat lainnya dalam berbagai program pencegahan DFK serta pemeliharaan keamanan sosial yang berkelanjutan.

Catatan: G-BRAN yang dipimpin oleh Ketua Umum Iyyas Subiakto dan mendapat bimbingan dari Presiden Joko Widodo, mengedepankan pendekatan “dari bawah ke atas” untuk membangun perubahan positif melalui peran aktif warga masyarakat.

Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan