Jakarta, – “Penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang Bekasi, 60%nya adalah sampah makanan berlebihan. Ini adalah kenyataan yang diakibatkan pola hidup masyarakat yang patut menjadi perhatian kita.”Ungkap Muh. Agung Saputra, Founder Surplus Indonesia – PT. Ekonomi Sirkular Indonesia dalam sebuah acara Workshop dan Sosialisasi Manajemen Makanan Berlebihan pada Bisnis UMKM di Pusat Promosi Industri Kayu dan Mebel, Rawamangun Jakarta Timur, Rabu (03/02) pagi. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala bidang Perindustrian Dinas PPKUKM, Dhani Hendranala, Kepala Suku Dinas PPKUKM Kota Admin Jakarta Timur, Olan Parulian serta jajaran terkait lainnya.
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama selama kebijakan PSBB dan PPKM yang terjadi di tahun 2020 sampai 2021 kemarin, tidak sedikit kantin, restoran atau hotel maupun coffe harus tutup lebih awal pada pukul 18.00 atau 19.00 waktu setempat. Namun, makanan – makanan yang telah dipersiapkan pada waktu prime time tersebut yang mana masih aman dan layak untuk dikonsumsi, harus terbuang sia – sia.”Katanya lagi. Belum lagi, katanya lanjut, daya beli yang menurun sehingga makanan tersebut akan berpotensi mubazir. Terbuang sia – sia. Maka, hal ini diperlukan satu inovasi untuk mengatasinya.
Dalam kaitan dengan keprihatinan tersebut, anak muda berusia 27 tahun ini Bersama Surplus.id menawarkan solusi dari hasil inovasi kearifan lokal sebagai sebuah karya anak bangsa. Dengan platform yang sudah disediakan atas pengolahan dan manajemen makanan berlebihan tersebut, sehingga makanan berlebihan tersebut dapat diolah dan dijual kembali dengan cepat. Dengan demikian para pelaku usaha tidak mengalami kerugian dari makanan yang berpotensi terbuang dan, kita dapat mencegah terjadinya sampah makanan tersebut dimulai dari hulunya. Ini menjadi win – win solution terbaik antara penjual, pembeli dan lingkungan masyarakat sekitarnya.
“Dengan adanya kemitraan Surplus.id berkolaborasi dengan kami di suku dinas PPKUKM Jakarta timur merupakan sebuah bentuk dari langkah pertama untuk mengurangi sampah pangan di DKI Jakarta dan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan perekonomian di Jakarta.”Ujar Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Timur, Olan Parulian pada kata sambutan diawal kegiatan worshop dan sosialisai tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Olan memberikan apresiasi atas pencapaian Surplus.id yang dipimpin oleh Muh. Agung Saputra dalam meraih penghargaan ASEAN Social Enterprise yang baru lalu. Ini sebuah prestasi yang patut untuk kita mensyukurinya, ujarnya mengakhiri sambutannya.
“Untuk mengurangi sampah hingga kepada tingkat kecamatan di pemerintahan provinsi DKI Jakarta, maka diperlukan satu upaya untuk mengatasi hal ini.”Kata Dhani Hendranala, kepala bidang Perindustrian Dinas PPKUKM.
Disampaikan juga oleh Dhani bahwa bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Sehingga kolaborasi tersebut berkembang dengan memberikan pelatihan dan mengkreasikan produk makanan dari bahan tertentu sehingga dapat mengurangi limbah sampah, terutama di DKI Jakarta. (Denny Zakhirsyah – Pelitakota.id )