Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, SKp., MARS., FISQua sebagai Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia Depok

Spread the love

Depok – Pelitakota.id Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, SKp., MARS., FISQua. Guru Besar Tetap pada bidang Ilmu Dasar Keperawatan dan Keperawatan Dasar, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Depok, 11 Desember 2021

Dalam orasi Ilmiah dengan Judul  “ Model Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Keperawatan di Era Adaptasi Baru dan Era Society 5.0.”

Tantangan perkembangan Era Revolusi 4.0 dan Society 5.0,  serta kebutuhan masyarakat akan layanan cepat, berkualitas dan aman menuntut kompetensi profesional dari setiap tenaga kesehatan termasuk tenaga keperawatan. Disamping revolusi 4.0, kondisi pandemi Covid-19 juga mendorong adanya pendekatan baru pada tatanan pelayanan yang memerlukan suatu pengelolaan secara holistik dan komprehensif. Tercatat adanya inovasi terhadap metode asuhan dan pelayanan antara lain keluarnya pedoman-pedoman baru dalam pelayanan kesehatan, re-design pengelolaan sumber daya manusia (SDM), interkolaborasi, re-design sarana serta prasarana.  Penggunaan teknologi dalam pelayanan-asuhan pada era Covid-19 dan era adaptasi baru menjadi sangat penting mengingat teknologi dapat membantu pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Era Covid-19 mendorong penggunaan teknologi seperti penggunaan robot kesehatan untuk membantu pekerjaan teknis seperti mengantarkan makanan dan memfasilitasi kebutuhan pasien, bahkan robot ada yang telah bisa membantu pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan vaksinasasi (Sparwasser et al., 2021). Penggunaan virtual reality untuk mengurangi kecemasan, perasaan terisolasi juga menjadi peluang yang dapat meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan edukasi, juga menurunkan kelelahan dan kecemasan (Zasadzka et al., 2021; Zhang et al., 2020). Pandemi Covid-19 juga mendorong penggunaan rekam medis berbasis elektronik serta telemedicine baik untuk asuhan pasien, proses konsultasi antar tim kesehatan, maupun peningkatan pendidikan berkelanjutan melalui e-learning, video conference dan riset (Alexander et al., 2021; Salway et al., 2020).

Nursing Information System (NIS) merupakan kombinasi antara ilmu keperawatan, ilmu informasi, komunikasi dan teknologi. NIS akan membantu perawat professional untuk melaksanakan asuhan, mendokumentasikan, menggunakan data untuk membantu mengambil keputusan klinis, dan keputusan manajemen. NIS membantu manajer dalam mengelola data, mengintegrasikan, menganalisis dan pengambilan keputusan yang digunakan dalam pengelolaan (Murphy, 2010; Staggers, 2002). NIS juga berperan dalam  edukasi, riset dan pengabdian masyarakat bidang keperawatan dan kesehatan (Hariyati et al., 2016)

Pada era tranformasi digitalisasi seorang perawat  memerlukan kompetensi bidang “Nursing Informatic,” disamping komptensi asuhan keperawatan. Kompetensi bidang Nursing Informatics adalah kemampuan yang tidak hanya  menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu merubah data menjadi informasi, mengaplikasikan, mengintegrasikan serta terus mengembangkan bidang teknologi dan sistem informasi.  Level kompetensi yang harus dimiliki oleh profesional keperawatan adalah dimulai dari menggunakan, menginterasikan, menganalisis, mengembangkan, dan menggunakannya dengan “Wisdom” . Kompetensi nursing informatic akan membawa perawat mampu beradaptasi dengan teknologi dan menggunakan teknologi secara aman dan menggunakan teknologi sebagai sarana untuk lebih caring pada pasien.

Diperlukan model Kerjasama antara Universitas, Kementrian, Organisasi profesi, industry RS, Praktik mandiri, klinik, homecare, media massa dan stake holder lain untuk dapat melaksanakan riset, pengajaran, mengembangkan teknologi dan system informasi, hilirisasi dan pemanfaatan teknologi di bidang keperawatan. Mengutip Locsin“ Technological Competency as Caring in Nursing,” maka pengembangan teknologi dan informasi di bidang keperawatan merupakan poin penting yang dapat  mengantarkan pelayanan dan asuhan berbasis teknologi yang caring, bermutu dan aman. Perawat harus menjadi leader dalam penggunaan teknologi dan system informasi yg dapat mendukung era society 5.0, mendukung SDGs, UHC dan era tatanan adaptasi baru, yaitu terwujudnya masyarakat yang cerdas, masyarakat yang dewasa, masyarakat yang dapat menggunakan teknologi untuk berkolaborasi dan untuk kemaslahatan umat dengan level tertinggi yaitu “Wisdom.”

Tinggalkan Balasan