Jakarta, 5 Januari 2026 — Perayaan Natal Nasional 2025 tidak hanya berlangsung sebagai ibadah keagamaan, tetapi tampil sebagai gerakan sosial berskala nasional. Dengan tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), rangkaian Natal Nasional tahun ini tercatat menyalurkan puluhan miliar rupiah bantuan sosial ke berbagai wilayah Indonesia.
Digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, perayaan puncak Natal Nasional 2025 menutup rangkaian panjang aksi sosial yang telah dimulai sejak November 2025. Program-program tersebut menjangkau daerah bencana, wilayah tertinggal, komunitas pendidikan, hingga kelompok rentan di berbagai provinsi.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang hadir dalam perayaan tersebut, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional di tengah dinamika global.
“Kita patut bersyukur karena di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia tetap hidup rukun dalam keberagaman,” ujar Presiden.
Angka dan Dampak Nyata
Panitia Natal Nasional 2025 mencatat total bantuan sosial yang disalurkan mencapai lebih dari Rp27 miliar, meliputi berbagai sektor strategis.
Bantuan tanggap bencana senilai Rp2,8 miliar disalurkan ke Medan, Aceh, Semeru, Padang, dan Tapanuli Tengah, termasuk pendirian dapur umum serta distribusi 7.220 paket sembako. Di sektor pendidikan, dana Rp10 miliar diberikan kepada 1.000 penerima manfaat di wilayah tertinggal seperti Papua, Maluku, NTT, Toraja, Mentawai, dan Nias.
Selain itu, panitia juga menyalurkan 20.000 paket sembako, bantuan 35 unit ambulans, renovasi 100 gereja di 38 provinsi, pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan, pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab di Wamena, pembagian 10.000 Alkitab, serta 1.000 kursi roda bagi penyandang disabilitas.
Fokus pada Keluarga dan Pelayan
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menyatakan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk menyentuh langsung keluarga dan mereka yang selama ini berada di garis depan pelayanan.
“Kami ingin Natal dirasakan secara konkret, bukan hanya dirayakan,” ujarnya.
Pada puncak perayaan, sebanyak 3.000 tamu kehormatan—terdiri dari anak dan guru Sekolah Minggu, koster gereja, guru agama, paduan suara, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas—hadir secara langsung dan masing-masing menerima bantuan kasih Rp1,5 juta, dengan total nilai Rp4,5 miliar.
Natal dan Ketahanan Bangsa
Dalam khotbah Natal, Ketua Umum PGPI Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th., menegaskan bahwa pesan Natal berakar pada penguatan keluarga sebagai fondasi bangsa.
“Allah yang menjaga keluarga adalah Allah yang juga menjaga bangsa,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa penguatan keluarga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial dan kebangsaan Indonesia.
Simbol Persatuan Nusantara
Perayaan Natal Nasional 2025 juga menampilkan Pohon Natal Buah Nusantara, yang dirangkai dari hasil bumi berbagai daerah Indonesia. Simbol tersebut dimaknai sebagai wujud syukur sekaligus dukungan terhadap petani dan pelaku UMKM lokal.
Menutup rangkaian acara, panitia menegaskan bahwa Natal Nasional 2025 dirancang sebagai perayaan yang sederhana dalam seremoni, tetapi luas dalam dampa
Sumber Berita
APM
Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas


