JAKARTA, 12 Januari 2026 — Perayaan Natal Nasional 2025 dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat yang digelar di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta, berlangsung khidmat dan sarat pesan kebangsaan. Dalam suasana pujian, doa lintas agama, serta nuansa persaudaraan, Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan partai.
Perayaan Natal Demokrat tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dengan subtema “Partai Demokrat Berdoa bagi Keselamatan Bangsa Serta Peduli Berbagi”. Rangkaian acara diisi dengan pujian, drama musikal, serta doa lintas agama yang mencerminkan semangat persatuan dan kebhinekaan Indonesia.
Pesan Natal disampaikan oleh Pendeta Yandi Manobe, S.Th., yang menekankan pentingnya kehadiran Kristus di tengah keluarga sebagai fondasi kehidupan yang kokoh, harmonis, dan berkenan kepada Tuhan. Pesan tersebut menguatkan suasana reflektif sepanjang perayaan.
SBY hadir mewakili Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang pada saat bersamaan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, SBY menyampaikan pesan politik yang tegas namun menyejukkan.
“Saya tegaskan, kepentingan rakyat harus berada di atas kepentingan partai,” ujar SBY, disambut tepuk tangan para kader dan tamu undangan.
SBY juga menyinggung pentingnya kerukunan umat beragama di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, nilai-nilai agama pada hakikatnya mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan, meskipun diekspresikan melalui cara dan simbol yang berbeda.
Mengamati kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, SBY menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan dan membangun solidaritas nasional. Ia menyebut suasana kebersamaan dalam perayaan Natal Demokrat sebagai modal sosial penting untuk memajukan bangsa.
“Malam ini terasa indah karena ada kedekatan dan rasa persaudaraan di antara kita semua. Inilah modal utama untuk memajukan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, SBY kembali menegaskan komitmen ideologis Partai Demokrat terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar yang tidak bisa ditawar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perayaan Natal Demokrat malam itu bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi panggung refleksi politik nilai—tentang persatuan, kepedulian sosial, dan keberpihakan kepada rakyat di tengah dinamika politik nasional.
Jurnalis: Vicken Highlightlander
Editor: Romo Kefas


