Nama Tonglo Menggema! Dari Paken Muncul Harapan Baru untuk Kursi Kadis DPKPP Mamasa

Spread the love

Mamasa – Angin perubahan itu mulai terasa.

Dari sebuah kampung bernama Paken, satu nama kini menggema dan menjadi pembicaraan banyak orang: Tonglo. Ia bukan hanya sekadar peserta, tetapi kini telah resmi masuk dalam 3 besar seleksi terbuka Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Mamasa.

Namun yang membuat situasi ini berbeda adalah satu hal:
respon masyarakat yang tidak lagi biasa.

Jika sebelumnya seleksi jabatan hanya menjadi urusan internal birokrasi, kini justru menjadi perhatian publik. Masyarakat mulai ikut “membaca arah”, menilai kandidat, bahkan secara terbuka menyuarakan harapan.

Dan di tengah itu semua, nama Tonglo muncul sebagai simbol harapan baru.

Banyak yang menilai, ia bukan hanya memiliki kapasitas di atas kertas, tetapi juga pengalaman dan kedekatan dengan realitas masyarakat Mamasa—sebuah kombinasi yang kini sangat dibutuhkan.

Dukungan terhadapnya pun mulai membesar.

Nimbrod Rungga, tokoh nasional sekaligus putra daerah Paken, menyampaikan pandangan yang kini ikut memperkuat arus dukungan tersebut:

“Ini bukan sekadar seleksi jabatan. Ini kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata. Tonglo punya kemampuan, pengalaman, dan yang paling penting—ia mengerti kebutuhan masyarakat Mamasa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa momentum ini harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Keputusan yang diambil nanti akan menjadi cerminan keberpihakan. Apakah pada kualitas, atau sekadar formalitas,” tegasnya.

Kini, satu hal yang tidak bisa dipungkiri—
gelombang harapan itu sudah terlanjur tumbuh.

Masyarakat Mamasa mulai melihat peluang bahwa putra daerah benar-benar bisa tampil dan memimpin, bukan hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Namun di balik itu, ada satu pertanyaan besar yang terus mengemuka:

Apakah harapan ini akan dijawab dengan keputusan yang tepat?
Ataukah kembali menjadi harapan yang harus ditunda?

Yang jelas, langkah Tonglo hingga titik ini telah mengubah cara pandang banyak orang.

Bahwa dari kampung, dari kesederhanaan,
lahir sosok yang kini membawa harapan satu daerah.

Dan Mamasa… kini sedang menunggu—
bukan sekadar hasil,
tetapi keberanian untuk memilih yang terbaik.


Sumber: Nimbrod Rungga
Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan