Musrenbang Bogor Timur Tegaskan Arah Pembangunan: Jalan R3 Jadi Tulang Punggung Mobilitas Kota

Spread the love

Musrenbang Bogor Timur Tegaskan Arah Pembangunan: Jalan R3 Jadi Tulang Punggung Mobilitas Kota

Bogor, 25 Januari 2026
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Timur kembali menegaskan arah kebijakan pembangunan Kota Bogor yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah. Kegiatan yang digelar di kawasan Pasar Gembrong Sukasari itu menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan rencana pembangunan pemerintah kota.

Sejumlah anggota DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan Bogor Timur–Bogor Tengah hadir langsung dalam forum tersebut, di antaranya Sugeng Teguh Santoso, H. Subhan, Anna Mariam Fadhilah, dan Karina Soebakti. Kehadiran para legislator ini menunjukkan komitmen DPRD dalam mengawal perencanaan pembangunan sejak tahap paling awal.

Anggota DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menilai Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk memastikan pembangunan berjalan terarah dan efisien. Ia menekankan perlunya sinergi antara anggaran pusat dan kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan lahan dan pemanfaatan aset pemerintah yang sudah ada.

“Pembangunan harus terencana dan terpusat agar hasilnya optimal. Ketika anggaran pusat masuk dan pemerintah daerah menyiapkan lahan, maka pelayanan publik bisa ditingkatkan tanpa pemborosan sumber daya,” ujarnya.

Sorotan utama dalam Musrenbang Bogor Timur kali ini adalah kelanjutan pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3). Proyek ini dinilai krusial untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik padat, khususnya kawasan Tajur yang selama ini menjadi simpul lalu lintas utama.

Anggota DPRD Kota Bogor lainnya, H. Subhan, menegaskan bahwa Jalan R3 bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi solusi jangka panjang bagi mobilitas warga. Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalur dari Kuntum hingga Sindangrasa ditargetkan terus berlanjut seiring proses pembebasan lahan yang direncanakan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

“Jika tahapan pembebasan lahan berjalan sesuai rencana, maka Jalan R3 diharapkan bisa tersambung hingga Katulampa dan menjadi akses alternatif yang signifikan. Targetnya, proyek ini dapat selesai secara menyeluruh pada 2028,” jelas Subhan.

Selain infrastruktur jalan, Musrenbang juga menjadi ajang pembahasan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari penataan kawasan, pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan.

Melalui forum ini, DPRD Kota Bogor berharap pembangunan di wilayah Bogor Timur dapat berjalan berkesinambungan, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Musrenbang pun kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Jurnalis: ATMA
Editor: Romo Kefas


Tinggalkan Balasan