Suara Kebenaran Jean Dominique Bauby atau biasa dipanggil Jean Do adalah penulis kenamaan. Pada 1995, ia menderita sindrom syaraf langka bernama “Locked in Syndrome” yang membuatnya lumpuh, tapi tetap memiliki pikiran yang sadar dan dapat mengedipkan mata.
Dalam kondisi seperti itu, Jean Do menulis buku “Diving Bell and The Butterfly” dengan cara mengedipkan matanya untuk menunjuk huruf yang ia inginkan. Jean Do meninggal dua hari setelah buku tersebut diterbitkan
Mata adalah pelita tubuh; jika mata baik, yaitu jika digunakan untuk hal-hal yang benar, ia seperti pelita yang bersinar menerangi langkah manusia. Namun jika mata itu jahat, digunakan untuk hal-hal yang tidak benar, ia akan membawa manusia memasuki kegelapan dan melangkah menuju kebinasaan. Karena itu Tuhan memperingatkan agar kita waspada saat melihat segala sesuatu melalui mata.
Dunia menawarkan banyak hal menarik yang bisa kita nikmati, bukan? Di hari-hari terakhirnya, Jean Do memakai matanya dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kecintaannya dalam menulis.
Bagaimana kita menggunakan mata kita? Melihat hal-hal yang memberi daya tarik semu, pornografi, hingga tayangan kekerasan yang tersaji di media? Mata tak pernah puas melihat, kata penulis Amsal.
“Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.” Amsal 27:20
Melalui mata, lahirlah dorongan, baik untuk berbuat baik maupun jahat. Sekali lagi, waspadalah dengan apa yang ingin kita lihat.
CARA KITA MENGGUNAKAN MATA, MEMPENGARUHI TERANG ATAU GELAPNYA JALAN HIDUP KITA.
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Matius 6:22-23
Selamat beraktivitas di akhir pekan dalam perkenan-Nya. Walk with God. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel