
BEKASI, 9 Februari 2026 – Persatuan gereja lintas sinode kembali menunjukkan gaung kuat dari Kota Bekasi. Pertemuan antara Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bekasi dengan Badan Pengurus Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jabodetabek 2 menjadi momentum yang dinilai menandai kebangkitan kolaborasi pelayanan gereja.
Kegiatan yang digelar di GKII Damai Sejahtera, Bekasi Timur, Senin (9/2/2026), berlangsung penuh semangat persaudaraan, kebersamaan, dan komitmen memperkuat pelayanan gereja di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara diawali dengan ibadah singkat yang berlangsung khidmat sebagai bentuk ucapan syukur sekaligus memperteguh dasar rohani persatuan pelayanan gereja. Ibadah tersebut menegaskan bahwa persatuan gereja lahir dari kesamaan iman, visi pelayanan, dan panggilan untuk melayani masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua PGLII Kota Bekasi, Pdt. Djajang Buntoro, hadir bersama Sekretaris Pdt. N. Priskila Paksoal dan Bendahara Herman, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran rombongan PGLII disambut langsung oleh Ketua BPD GKII Jabodetabek 2, Pdt. Binar Sembiring, M.Th, bersama para pendeta GKII Jabodetabek 2.
Momen yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penyematan PIN PGLII kepada Ketua GKII Jabodetabek 2. Penyematan tersebut menjadi simbol kuat persatuan gereja serta komitmen bersama dalam memperluas pelayanan rohani dan sosial kemasyarakatan.
Ketua PGLII Kota Bekasi, Pdt. Djajang Buntoro, menegaskan bahwa kebersamaan gereja merupakan kekuatan besar dalam menghadapi dinamika pelayanan modern.
“Pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi langkah nyata memperkuat persatuan gereja. PGLII hadir sebagai wadah pemersatu agar gereja-gereja dapat berjalan bersama, saling menopang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa gereja harus mampu menjawab tantangan zaman melalui kerja sama yang nyata dan berkelanjutan.
“Kami ingin kebersamaan ini melahirkan gerakan pelayanan yang konkret. Gereja harus hadir membawa pengharapan, membangun persatuan, dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain prosesi penyematan PIN, kegiatan juga diisi dengan dialog terbuka bersama para pendeta GKII. Diskusi berlangsung aktif dengan membahas penguatan jaringan pelayanan lintas sinode, tantangan pelayanan gereja di era digital, serta peluang kerja sama dalam pelayanan sosial dan pembinaan umat.
Pertemuan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat persatuan gereja Injili di Bekasi. Sinergi antara PGLII dan GKII diharapkan mampu melahirkan pelayanan yang lebih progresif, menyentuh masyarakat luas, serta memperkuat peran gereja sebagai pembawa kasih dan pengharapan di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas



