Meneguhkan Peran Akademisi dalam Pemulihan Sosial: Aksi Humanis Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binaniaga Indonesia di RSJ Menur Surabaya
SURABAYA — Upaya pemulihan penyintas penyalahgunaan NAPZA membutuhkan kesinambungan, empati, dan keterlibatan banyak pihak. Kesadaran inilah yang diwujudkan oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binaniaga Indonesia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, yang dilaksanakan pada 5 Desember 2025.

Meski kegiatan tersebut telah berlalu, nilai kemanusiaan dan dampak psikososial nya masih relevan hingga kini. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kamilah Sa’diah, S.E., M.Ak., Asna Manullang, S.E., M.Si., dan Yustiana Wardhani, S.Hut., M.MM. ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di ruang-ruang pemulihan sosial, khususnya bagi kelompok rentan.
Empati Nyata dalam Proses Rehabilitasi RSJ Menur Surabaya dikenal sebagai institusi yang konsisten mengedepankan pendekatan rehabilitasi komprehensif, termasuk pemulihan psikososial pasien. Dalam kunjungan tersebut, para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binaniaga Indonesia tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan pendampingan motivasional yang terarah dan membangun.
Pendekatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri pasien rehabilitasi, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa masa depan tetap terbuka bagi mereka.
“Pemulihan dari adiksi bukan sekadar berhenti menggunakan zat, tetapi membangun kembali manajemen hidup yang sehat dan bermartabat. Kami ingin memastikan mereka merasa tetap memiliki tempat di tengah masyarakat,” ujar Kamilah Sa’diah saat merefleksikan kegiatan tersebut.
Implementasi Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binaniaga Indonesia, keterlibatan dalam isu kesehatan jiwa dan NAPZA bukanlah kegiatan seremonial, melainkan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Interaksi langsung dengan pasien rehabilitasi menjadi pengingat penting bahwa ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik harus berkontribusi pada penyelesaian persoalan sosial secara nyata.
Asna Manullang menegaskan bahwa kehadiran kampus dalam proses pemulihan sosial merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Kami hadir untuk memberikan validasi bahwa mereka tidak sendiri. Harapannya, energi positif ini dapat terus menguatkan proses pemulihan dan reintegrasi sosial mereka di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binaniaga Indonesia berharap dapat mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih luas dalam mendukung rehabilitasi NAPZA dan kesehatan jiwa, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berkeadilan.


