Konferensi Penginjil Nasional 2026 di Bandung, Panggilan Bersama Menyalakan Kembali Api Injil

Spread the love

Konferensi Penginjil Nasional 2026 di Bandung, Panggilan Bersama Menyalakan Kembali Api Injil

Bandung, 3 Februari 2026 – Di tengah hiruk-pikuk zaman yang serba cepat, ketika pelayanan sering kali diukur dari banyaknya aktivitas dan bukan lagi dari api di mezbah, gereja kembali diingatkan pada satu kebenaran mendasar: Injil tidak pernah kehilangan kuasa. Yang kerap memudar bukanlah Injil itu sendiri, melainkan semangat manusia yang mengembannya.

Banyak hamba Tuhan, pengerja, dan aktivis gereja melayani dengan setia, namun tidak sedikit yang berjalan dalam kelelahan rohani, tekanan pelayanan, dan tantangan zaman yang terus berubah. Dalam situasi seperti inilah gereja dipanggil untuk berhenti sejenak—bukan untuk mundur, melainkan untuk kembali kepada sumber api, memperbarui visi, dan meneguhkan kembali panggilan penginjilan.

Kesadaran tersebut melatarbelakangi digelarnya Konferensi Penginjil Nasional 2026, yang akan berlangsung pada 11–13 Februari 2026 di Hotel Grand Pasundan Bandung. Mengusung tema “The Power of Gospel that Never Goes Out”, konferensi ini menegaskan bahwa Injil Kristus tetap hidup, berkuasa, dan relevan di setiap zaman.

Menjelang pelaksanaannya, sejumlah pemimpin gereja dan hamba Tuhan memberikan komentar kepada awak media dalam wawancara yang berlangsung hari ini, Selasa (3/2/2026), di Bandung, meski dilakukan di lokasi yang berbeda.

Salah satunya Pdt. Ricardo R.J. Palijama, selaku PW PGLII Provinsi Jawa Barat, yang ditemui awak media di lokasi terpisah, menekankan pentingnya konferensi ini bagi para pelayan Tuhan di berbagai lini pelayanan.

“Pelayanan hari ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, para hamba Tuhan, pengerja, dan aktivis gereja perlu terus diperlengkapi dan disegarkan. Konferensi ini menjadi ruang yang tepat untuk kembali kepada inti Injil, memperbarui visi, dan menyalakan kembali api panggilan yang mungkin mulai meredup,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelayan Tuhan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan panggilan pelayanan.

“Saya mengajak para hamba Tuhan, pengerja lapangan, dan aktivis gereja untuk hadir, bertemu, dan bertumbuh bersama. Kita perlu berjalan dalam kesatuan, saling menguatkan, dan kembali diutus dengan api yang baru,” tambahnya.

Sementara itu, Pdt. Mulianto Halim, M.Th., Ketua PGLII Kota Bandung, yang diwawancarai di tempat berbeda pada hari yang sama, menilai Konferensi Penginjil Nasional 2026 sangat relevan dengan konteks pelayanan di wilayah perkotaan yang dinamis.

“Pelayanan di kota menuntut kesiapan rohani, karakter, dan kepekaan terhadap zaman. Konferensi ini memberi ruang bagi para pengerja dan aktivis gereja untuk belajar, dibentuk, dan diperlengkapi agar pelayanan tidak hanya sibuk, tetapi benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Menurutnya, konferensi ini tidak hanya diperuntukkan bagi pendeta atau penginjil senior, tetapi terbuka bagi seluruh tubuh Kristus.

“Ini adalah panggilan untuk seluruh hamba Tuhan, pengerja gereja, aktivis pelayanan, dan generasi muda Kristen. Saya mengajak semua yang rindu dipakai Tuhan lebih sungguh untuk hadir dan mengambil bagian dalam momentum rohani ini,” tuturnya.

Konferensi Penginjil Nasional 2026 akan melibatkan sejumlah hamba Tuhan, penginjil, dan tokoh pelayanan nasional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang penginjilan, kepemimpinan gereja, serta pendidikan teologi. Sejumlah nama yang dijadwalkan terlibat antara lain Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, Pdt. Dr. Noh Ruku, Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Pdt. Tommy O. Lengkong, Pdt. Dr. Ronny Mandang, Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja, Ibu Veronica Calendam, Pdt. Dr. Ir. Yonathan Wiroyohadi, Ps. Sam Hartanto, Pdt. Dr. Bagus Suryanto, dan Pdt. Carlos Tobing.

Para narasumber berharap konferensi ini dapat menjadi ruang perjumpaan rohani yang mempertemukan para pelayan Tuhan dari berbagai latar belakang, memperkuat jejaring penginjilan lintas wilayah dan generasi, serta melahirkan kembali semangat pelayanan yang berakar kuat pada firman Tuhan.

Berlandaskan firman Tuhan dalam Imamat 6:12, konferensi ini mengajak setiap anak Tuhan untuk kembali kepada mezbah, menjaga api tetap menyala, dan bergerak memberitakan Injil dengan keberanian, kasih, dan kuasa Roh Kudus.

Panitia mengajak seluruh hamba Tuhan, pengerja gereja, aktivis pelayanan, serta jemaat yang rindu dipakai Tuhan lebih sungguh, untuk hadir dan menjadi bagian dari momentum kebangkitan rohani ini.


Jurnalis Romo Kefas

Tinggalkan Balasan