Ketua PW PGLII Jabar Dorong Penginjilan Adaptif Hadapi Zaman Digital

Spread the love

Bandung, 4 Februari 2026 – Pelayanan penginjilan di Indonesia menghadapi tantangan baru seiring perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Gereja dituntut untuk mampu menjangkau generasi modern dengan_toggle strategi yang relevan, tanpa meninggalkan nilai dan esensi Amanat Agung.

Menjawab kebutuhan tersebut, Konferensi Penginjil Nasional (KPN) 2026 dipersiapkan sebagai forum strategis untuk memperkuat kembali semangat penginjilan sekaligus memperlengkapi para pelayan Tuhan menghadapi tantangan pelayanan masa kini.

Ketua PW PGLII Provinsi Jawa Barat, Pdt. Benyamin Lumondo, S.Th., yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana KPN 2026, menegaskan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting bagi para penginjil untuk memperbarui komitmen pelayanan.

Dalam wawancara bersama awak media di Bandung, ia menjelaskan bahwa KPN 2026 tidak hanya difokuskan pada penguatan rohani, tetapi juga pembekalan strategi pelayanan yang kontekstual.

“Kami ingin konferensi ini menjadi sarana menyalakan kembali api panggilan pelayanan, memperkuat semangat misi, dan mempersiapkan para penginjil dengan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi masyarakat. Hal ini menuntut pelayanan penginjilan untuk mampu menyesuaikan metode pelayanan agar tetap efektif.

“Media digital saat ini menjadi ruang pelayanan yang sangat luas. Penginjilan tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui berbagai platform komunikasi modern,” jelasnya.

Selain itu, KPN 2026 diharapkan mampu membangun sinergi pelayanan lintas denominasi dan latar belakang gereja. Kesatuan visi pelayanan dinilai menjadi kunci dalam memperluas jangkauan penginjilan.

“Pelayanan penginjilan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketika para pelayan Tuhan bersatu dalam satu visi, maka pelayanan Injil akan semakin kuat dan berdampak luas,” katanya.

Konferensi ini juga dirancang sebagai ruang pertemuan bagi para penginjil, pelayan gereja, dan aktivis pelayanan untuk saling berbagi pengalaman pelayanan, membangun jejaring, serta memperkuat kolaborasi pelayanan lintas wilayah.

Panitia berharap KPN 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan pelayanan penginjilan nasional yang mampu menjawab kebutuhan gereja di era modern.

Pdt. Benyamin Lumondo mengajak seluruh pelayan Tuhan dan aktivis gereja untuk memanfaatkan konferensi ini sebagai sarana memperbarui panggilan pelayanan dan memperluas dampak penginjilan di tengah masyarakat.

“Amanat Agung tetap relevan sepanjang zaman. Tugas kita adalah memastikan bahwa cara kita menjangkau dunia terus berkembang mengikuti perubahan zaman,” tutupnya.


Penulis: Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas)


Tinggalkan Balasan