Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Mahasiswa UIKA Bangun Peradaban Lewat Ilmu dan Akhlak
Bogor — Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak cukup ditopang oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi harus dibangun di atas fondasi adab, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Pesan tersebut disampaikan Adityawarman saat menghadiri kuliah umum di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Senin, 26 Januari 2026. Di hadapan ratusan mahasiswa, ia mengajak generasi muda menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun peradaban, bukan sekadar alat meraih kepentingan pribadi.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah. Mahasiswa harus menjadi insan berkarakter, berintegritas, dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Adityawarman.
Ia menekankan, mahasiswa tidak boleh berhenti pada ruang akademik semata. Tantangan sosial, ekonomi, dan moral yang dihadapi masyarakat menuntut kehadiran generasi muda sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif.
Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter, tempat nilai-nilai keilmuan berpadu dengan etika dan kepedulian sosial. Karena itu, mahasiswa UIKA didorong untuk menjaga tradisi berpikir kritis yang dibarengi dengan sikap santun dan rendah hati.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni UIKA Bogor, Safrudin Bima, menyampaikan bahwa penguatan karakter generasi muda menjadi agenda penting di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Safrudin menilai kegiatan kuliah umum tersebut merupakan ikhtiar strategis untuk membangun ketahanan mental dan spiritual mahasiswa, terutama di tengah pengaruh teknologi dan media sosial yang semakin masif.
“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga harus melahirkan generasi yang kuat secara moral dan kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Nasya Kharisa Lestari mengapresiasi langkah UIKA yang menghadirkan pembicara nasional dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pembekalan nilai akhlak menjadi kebutuhan mendesak bagi mahasiswa di era digital.
“Di tengah banjir informasi, akhlak menjadi kompas. Kepintaran tanpa moral justru berpotensi menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor dalam kuliah umum tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata legislatif terhadap upaya perguruan tinggi dalam membangun generasi muda yang berilmu, beradab, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas


