BANDUNG, 03 Januari 2026 – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Barat tahun ini bukan hanya menjadi momen kemeriahan, melainkan juga sebuah bukti bahwa semangat gotong royong yang mengakar di masyarakat mampu menghadirkan kedamaian dan kemajuan bersama. Perspektif ini disampaikan oleh Pdt Ricardo RJ Palijama, Sekretaris Wilayah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Jawa Barat sekaligus Ketua Badan Musyawarah Sinode Gereja Injili Methodist (EMC), dalam temu wawancara yang dilakukan di salah satu gereja EMC di kawasan Pasteur, hari ini.
Dari sudut pandang yang melihat Nataru sebagai cerminan kesiapan masyarakat menghadapi tantangan masa depan, Pdt Ricardo mengungkapkan bahwa keberhasilan perayaan tahun ini adalah hasil dari kerja sama yang tidak mengenal batasan. “Puji Tuhan, tahun ini kita menyaksikan bagaimana setiap elemen masyarakat – dari aparatur keamanan, lembaga agama, hingga warga biasa – berperan aktif untuk menjaga kelancaran dan kedamaian Nataru. Ini bukan hanya tentang perayaan yang aman, tapi tentang bagaimana kita bisa bekerja sama untuk tujuan yang lebih besar,” ujarnya.
Sebagai perwakilan dua lembaga gereja yang memiliki jangkauan luas di Jawa Barat, ia menjelaskan bahwa PGLII dan EMC tidak hanya fokus pada aktivitas ibadah jemaat, melainkan juga menggerakkan berbagai inisiatif untuk mendukung keamanan dan kesejahteraan masyarakat luas. Lebih dari 2.500 gereja se-provinsi telah mengirimkan relawan untuk membantu petugas keamanan, menyediakan tempat istirahat bagi pengendara yang lelah, serta membagikan makanan dan minuman kepada mereka yang membutuhkan selama perayaan.
“Kami mengajak jemaat untuk menerapkan ajaran dalam Amsal 27:17, ‘Sama seperti besi mengasah besi, demikian seorang manusia mengasah teman sebaya’ – dengan bekerja sama dengan kepolisian dan masyarakat lain, kita saling melengkapi dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” jelas Pdt Ricardo.
Pengamanan yang terintegrasi melibatkan ribuan personel kepolisian dan Satpol PP yang ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari gereja-gereja di seluruh provinsi hingga kawasan wisata unggulan seperti Kawasan Puncak Bogor, Pantai Pangandaran, Kota Cirebon, dan kawasan wisata alam di Garut. Di Kota Bandung saja, 573 personel menjaga ibadah di 14 gereja utama, sementara 709 personel mengamankan area publik seperti Alun-Alun Bandung, Trans Studio Mall, dan kawasan Braga. Banyak komunitas pemuda dan masyarakat lokal juga turut membantu mengatur lalu lintas dan menjaga kebersihan lokasi perayaan.
“Pengamanan yang dilakukan sangat terpadu dan penuh perhatian. Kita melihat bagaimana petugas tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa kerja sama kita bukan hanya formal, tapi tumbuh dari rasa peduli yang tulus,” ucapnya.
Meskipun terdapat peningkatan volume kendaraan yang menyebabkan kepadatan di beberapa jalur strategis seperti Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, Tol Padalarang-Cileunyi, dan jalan raya lintas kabupaten, kondisi tersebut tetap terkendali dengan baik berkat koordinasi erat antara dinas perhubungan, kepolisian, dan dukungan dari masyarakat yang patuh serta saling membantu.
“Kami sangat menghargai setiap kontribusi dari semua pihak. Semoga semangat kolaboratif yang kita bangun selama Nataru ini tidak hanya terus hidup dalam perayaan tahun depan, tapi juga menjadi fondasi untuk membangun Jawa Barat yang lebih maju, sejahtera, dan penuh dengan rasa persatuan yang kuat di antara seluruh rakyatnya,” tutup Pdt Ricardo dengan semangat yang membangkitkan harapan.
Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas


