Bogor – Di tengah dinamika pembangunan nasional yang terus meningkat, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kekuatan terbesar bangsa ini sesungguhnya terletak di akar rumput, di masyarakat kecil yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Kunci utama untuk membangun Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan adalah kepekaan seorang pemimpin terhadap kebutuhan, potensi, dan aspirasi rakyat kecil tersebut. Kepekaan bukan sekadar sikap, melainkan energi dahsyat yang mampu mengubah wajah bangsa dari bawah ke atas.
Seringkali, kita menyaksikan pemimpin yang terpaku pada puncak kekuasaan, lupa bahwa kekuatan bangsa ini berakar pada kebersamaan masyarakat desa, petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Mereka adalah mesin penggerak ekonomi dan budaya yang sejatinya menjadi tulang punggung Indonesia. Sayangnya, ketidakpedulian dan ketidakpekaan sering membuat potensi besar ini terpendam, tertidur dalam ketidakadilan dan ketertinggalan.
Mengapa kepekaan sangat penting? Karena kepekaan adalah modal utama dalam memahami kebutuhan nyata rakyat. Ia mampu membuka mata dan telinga pemimpin terhadap realitas di lapangan, serta memberi solusi yang tepat sasaran. Kepekaan adalah kunci utama dalam membangun sistem yang inklusif dan berkelanjutan, yang mampu mengangkat harkat dan martabat seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.
Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, seorang kepala desa yang peka melihat potensi besar dalam kerajinan tenun ikat tradisional. Ia tidak hanya berhenti pada apresiasi, tetapi berinisiatif mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar melalui digitalisasi, dan membangun kerjasama dengan koperasi dan pemerintah pusat. Hasilnya, ekonomi desa meningkat pesat, budaya lokal tetap lestari, dan masyarakat merasa dihargai serta diberdayakan. Inilah bukti nyata bahwa kepekaan mampu membangun kekuatan dari akar rumput.
Kepekaan adalah kekuatan yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Ia mampu melihat peluang di tengah keterbatasan, mengubah masalah menjadi solusi, dan membangkitkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Melalui pendekatan bottom-up, pembangunan tidak lagi bersifat top-down yang menimbulkan ketimpangan, melainkan berpusat pada pemberdayaan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
Mengapa kepekaan sering terabaikan? Karena banyak pemimpin yang terjebak dalam rutinitas birokrasi, ego kekuasaan, dan kepentingan sesaat. Mereka lupa bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan hati nurani dan kepekaan sosial. Padahal, “Becik ketitik, ala ketara”—kebaikan akan tampak, kejahatan akan terbongkar. Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menyalakan api kepekaan dalam hati rakyat dan menjadikannya kekuatan bersama untuk kemajuan bangsa.
– Memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis kearifan lokal.
– Memberikan akses modal dan pasar yang adil bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
– Melibatkan masyarakat dalam pengambilan kebijakan melalui musyawarah desa dan forum lokal.
– Melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa yang tak ternilai.
– Membangun ekosistem yang ramah dan inklusif, yang mampu mengangkat potensi dari bawah.
Ingatlah, kekuatan bangsa ini bukan hanya terletak di kekuasaan politik, tetapi di kepekaan dan keberanian rakyat serta pemimpinnya. Kepekaan adalah senjata ampuh yang mampu mengubah Indonesia dari negara yang tertinggal menjadi bangsa yang berdaulat dan berdaya saing global.
Mari kita bangun Indonesia dari akar rumput! Dengan kepekaan, kita ciptakan kekuatan yang kokoh, berkelanjutan, dan mampu menembus batas-batas ketertinggalan. Karena, kekuatan sejati bangsa ini adalah kekuatan dari hati rakyat, dari kebersamaan, dan dari kepekaan yang tulus.
Profil Penulis:
Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas) adalah salah seorang Rohaniawan pada Sinode Gereja di Indonesia dan aktivis sosial yang terus memperjuangkan keadilan sosial, keberagaman, dan pelestarian budaya bangsa. Sebagai Kordinator Nasional LSM GERAK, Dengan semangat dan keyakinan bahwa kekuatan bangsa berasal dari hati rakyat, Romo Kefas mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk terus bersatu, bangkit, dan berjuang dari akar rumput demi kejayaan Indonesia yang sejati.


