Di Antara Detak Jantung dan Doa yang Tidak Pernah Putus Pelitakota.Id Jika seseorang melihat perempuan di foto itu tanpa mengenalnya, mungkin yang terlihat hanya senyum…
Selengkapnya... Di Antara Detak Jantung dan Doa yang Tidak Pernah PutusKategori: Sastra Indonesia
Suatu Hari Nanti, Kita Akan Bertemu Lagi di Rumah Bapa
Sejak mama pergi pada 10 Januari 2023, aku belajar satu hal yang tidak pernah diajarkan sekolah mana pun — bagaimana hidup dengan kehilangan yang tidak…
Selengkapnya... Suatu Hari Nanti, Kita Akan Bertemu Lagi di Rumah Bapa“Di Antara Doa dan Kenangan, Aku Masih Mencarimu, Ma…”
“Di Antara Doa dan Kenangan, Aku Masih Mencarimu, Ma…” Pelitakota.id – Ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ia tidak berteriak, tidak…
Selengkapnya... “Di Antara Doa dan Kenangan, Aku Masih Mencarimu, Ma…”Doa di Tengah Iman yang Luka
Doa di Tengah Iman yang Luka Tuhan, aku datang bukan dengan iman yang tegak, tetapi dengan hati yang letih dan pikiran yang kusut. Aku tidak…
Selengkapnya... Doa di Tengah Iman yang LukaRINDU INI TERLALU PANJANG UNTUK SEMBUH
RINDU INI TERLALU PANJANG UNTUK SEMBUH Aku masih ingat hari itu, Papa. Hari ketika dunia berhenti terasa aman. Aku berusia dua belas tahun—usia ketika seorang…
Selengkapnya... RINDU INI TERLALU PANJANG UNTUK SEMBUHPerempuan yang Mengajarkan Diam
Perempuan yang Mengajarkan Diam Ia tidak datang dengan gemuruh, tidak pula meminta dunia menoleh. Namun saat ia hadir, segala yang bising belajar merendahkan suara. Wajahnya…
Selengkapnya... Perempuan yang Mengajarkan DiamKursi yang Tetap Kosong
Oleh Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas) Aku masih sering berbicara padamu, Ayah. Bukan dengan suara, tapi dengan pikiran yang tiba-tiba penuh setiap kali senja datang.…
Selengkapnya... Kursi yang Tetap KosongHidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa Ditunda
Hidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa Ditunda Hidup hanya sekali. Dan dalam satu kesempatan itulah manusia diuji: apakah ia memilih menjadi bagian dari keadilan,…
Selengkapnya... Hidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa DitundaAlfian dan Catatan di Ujung Fajar
Alfian dan Catatan di Ujung Fajar Pelitakota.id “Masih mau diterbitkan?” Suara itu datang dari ujung ruangan, pelan tapi mengandung peringatan. Alfian menoleh. Redaksi hampir kosong.…
Selengkapnya... Alfian dan Catatan di Ujung FajarLINGKARAN CAHAYA DI TENGAH BADAI – KETIKA KAMERA DAN KALIMAT ALKITAB BERSAMA MENGHIDUPKAN HARAPAN
Pelitakota.id Jam 06.30 WIB, Gang Cibuntu, Kota Bogor Alfian (32) bangkit dari kasur tebalan yang tipis – kasur yang dia beli bekas 2 tahun lalu.…
Selengkapnya... LINGKARAN CAHAYA DI TENGAH BADAI – KETIKA KAMERA DAN KALIMAT ALKITAB BERSAMA MENGHIDUPKAN HARAPAN
