Oleh Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas) Aku masih sering berbicara padamu, Ayah. Bukan dengan suara, tapi dengan pikiran yang tiba-tiba penuh setiap kali senja datang.…
Selengkapnya... Kursi yang Tetap KosongKategori: Sastra Indonesia
Hidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa Ditunda
Hidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa Ditunda Hidup hanya sekali. Dan dalam satu kesempatan itulah manusia diuji: apakah ia memilih menjadi bagian dari keadilan,…
Selengkapnya... Hidup Hanya Sekali, dan Kesetaraan Tidak Bisa DitundaAlfian dan Catatan di Ujung Fajar
Alfian dan Catatan di Ujung Fajar Pelitakota.id “Masih mau diterbitkan?” Suara itu datang dari ujung ruangan, pelan tapi mengandung peringatan. Alfian menoleh. Redaksi hampir kosong.…
Selengkapnya... Alfian dan Catatan di Ujung FajarLINGKARAN CAHAYA DI TENGAH BADAI – KETIKA KAMERA DAN KALIMAT ALKITAB BERSAMA MENGHIDUPKAN HARAPAN
Pelitakota.id Jam 06.30 WIB, Gang Cibuntu, Kota Bogor Alfian (32) bangkit dari kasur tebalan yang tipis – kasur yang dia beli bekas 2 tahun lalu.…
Selengkapnya... LINGKARAN CAHAYA DI TENGAH BADAI – KETIKA KAMERA DAN KALIMAT ALKITAB BERSAMA MENGHIDUPKAN HARAPANJam 4 Pagi, Cuma Laptop Tua dan Air Mata: Kisah Jurnalis Online Mandiri yang Berjuang di Batas Kekesalan dan Harapan
Pelitakota id Hanya cahaya layar laptop tua yang menyinari wajahnya yang kurus. Jam 3 pagi. Udara di kamar kontrakan sempit itu dingin dan lembap. Dian,…
Selengkapnya... Jam 4 Pagi, Cuma Laptop Tua dan Air Mata: Kisah Jurnalis Online Mandiri yang Berjuang di Batas Kekesalan dan HarapanKarangpandan: Di Balik Lensa Jurnalis, Cinta Bersemi di Tanah Kelahiran Istri
Oleh: Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas) Bogor – Di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah tidur, saya adalah seorang storyteller yang tak kenal lelah, senantiasa…
Selengkapnya... Karangpandan: Di Balik Lensa Jurnalis, Cinta Bersemi di Tanah Kelahiran IstriCinta yang Mengalir Seperti Ombak di Pantai Hati
Pelita kota Di tengah malam yang sunyi, aku merindukanmu, Cinta yang suci, yang membuatku hidup. Di dalam hatiku, ada ruang untukmu, Tempat aku menyimpan cinta…
Selengkapnya... Cinta yang Mengalir Seperti Ombak di Pantai HatiRefleksi 51 Tahun
Pelitakota.id Di tengah keindahan alam yang memukau, saya berdiri di atas bukit yang terhampar luas, menatap langit yang membara dengan warna-warna senja yang memukau. Angin…
Selengkapnya... Refleksi 51 TahunKesetaraan untuk Nusantara
Pelitakota.id Dari ladang yang kering, tumbuh daun yang tetap hijau. Meski asal berbeda, semua bisa tumbuh di tanah yang sama. Anak petani, anak pejabat, berhak…
Selengkapnya... Kesetaraan untuk NusantaraSebuah Cerita “Telepon Imajiner Seorang Anak Kepada Sang Papa”
Pelitakota.id Pap, Hari ini 50 tahun lalu. Mama bersama yang lain sedang lagi kumpul di Rumah. Sementara aku, lagi main di TMP samping kompleks kita …
Selengkapnya... Sebuah Cerita “Telepon Imajiner Seorang Anak Kepada Sang Papa”
