KARAKTER BUKAN SEKEDAR KATA

Spread the love

KARAKTER BUKAN SEKEDAR KATA

Ada 3 orang pemilik bongkahan emas:
Pemilik bongkahan pertama bercampur dengan bebatuan.
Pemilik bongkahan kedua sudah dimurnikan, tapi sisa-sisa kotoran masih menempel.
Pemilik bongkahan ketiga nampak bersih tanpa noda,
tapi emasnya hanya sepuhan.

Mereka semua pergi untuk menjual bongkahan mereka kepada beberapa peminat emas.
Peminat tentu punya pola pikir lebih cerdas, dengan diam-diam tertarik untuk menguji bongkahan pertama dan kedua. Setelah kotorannya dibersihkan dan diuji kadarnya nampak kemurniannya, dan segera membelinya.

Bagaimana dengan pemilik ketiga?
Ia memang menawarkan bongkahannya yang nampak cemerlang, namun pembeli tahu kalau bongkahan emasnya itu sepuhan.

Cara kita menangani keadaan kehidupan, sebenarnya memberitahukan tentang karakter kita.
Krisis tidak membentuk karakter, tapi menyingkapkannya.

Kesukaran adalah sebuah persimpangan yang membuat seorang memilih salah satu dari 2 jalan: karakter atau kompromi.
Setiap kali karakter yang dipilih, kita menjadi kuat walaupun menimbulkan akibat negatif.

Bakat adalah sebuah karunia, tetapi karakter adalah pilihan, dan karakter biasanya mendatangkan keberhasilan permanen pada kita.
Kita seringkali hanya melihat orang dari penampilannya saja, tanpa mengenal lebih dekat karakter orang itu lebih jauh.

Pemenang Nobel A. Solzhenitsyn,
“Arti kehidupan penuh kesadaran terletak bukan pada apa yang biasa kita pikirkan, seperti pada kemakmuran, melainkan pada perkembangan jiwa.”

Perkembangan karakter adalah inti perkembangan kita sebagai manusia.
Karakter lebih dari sekedar kata-kata.

“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”
(Amsal 27:19)

Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya.
STAY in GOD.
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya senantiasa kepada kita semua.
Selamat menikmati divine breakthrough, divine solution, divine resolution dan divine fission.

Abah Daniel

Tinggalkan Balasan